fbpx
Connect with us

Sosial

Tanpa Publikasi, Masjid Agung Al Ikhlas Gelar Sholat Ied Berjamaah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Hari Jumat (31/07/2020) ini, umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Perayaan kali ini sendiri berlangsung cukup sederhana lantaran adanya pandemi covid19 yang belum meninggalkan Bumi Handayani.

Pagi tadi, Masjid Agung Al Ikhlas melaksanakan Sholat Ied berjamaah. Kendati tidak diumumkan melalui media sosial maupun banner seperti tahun sebelumnya, namun jamaah terlihat tetap memenuhi Masjid. Masjid yang terletak di tengah Kota Wonosari ini juga rencananya tidak akan mengadakan penyembelihan hewan kurban untuk meminimalisir terjadinya kerumumunan.

Ketua Takmir Mesjid Al-Ikhlas Wonosari Andar Jumailan menjelaskan, untuk ibadah kali ini, pihaknya memang sengaja tidak menyebarluaskan informasi kegiatan Solat Ied di Masjid Al Ikhlas. Jika biasanya diinfokan lewat media sosial, kali ini hanya dilakukan pada kalangan terbatas.

“Kami sudah menyiapkan skenario jika jamaah membludak, tapi Alhamdulillah skenario ini urung dijalankan. Jumlah jamaah yang datang sendiri sesuai dengan kapasitas lingkungan Masjid,” jelas Andar seusai Shalat Ied.

Jika tahun sebelumnya jamaah masjid membludak hingga alun-alun, tahun ini Sholat Ied hanya difokuskan di dalam Masjid. Banyak dari jamaah yang memang tidak mengetahui bahwa Masjid Al Ikhlas menggelar sholat Ied berjamaah.

“Jamaah yang datang sudah membawa sajadah masing-masing dan mengenakan masker. Deret solat pun dibuat berjarak, sesuai tanda yang diberikan oleh pengurus mesjid,” jelasnya.

Di samping itu, pihak mesjid juga menyiapkan delapan tempat cuci tangan. Masing-masing 4 bagi jemaah putra dan putri. Mereka diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam Masjid dan memulai Sholat Ied.

“Sejak awal sudah kami imbau agar membawa perlengkapan ibadah sendiri dari rumah, termasuk membawa hand sanitizer dan wajib masker,” jelas Andar.

Sementara itu, Ketua MUI yang juga imam dan khotib Sholat Ied di Masjid Al Ikhlas, Asrofi menyampaikan soal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam menghadapi pandemi covid19 dalam khutbah. Menurutnya, dari pandemi dan AKB ini, ada pelajaran dan ilmu baru yang bisa didapatkan. Apalagi dalam Islam, umatnya selalu diingatkan untuk selalu berhati-hati akan semua hal.

“Jika dijadikan kebiasaan, bukan hanya kesehatan, nilai ketuhanan pun juga diperoleh,” ujar Asrofi.

Ia meminta kepada umat untuk cepat beradaptasi dan menahan diri. Pihaknya sangat berharap jamaah bisa mengikuti anjuran pemerintah agar pandemi segera berakhir.

“Semoga kita selalu sabar dan dijauhkan dari malapetaka,” tutup Asrofi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler