Sosial
Tanpa Publikasi, Masjid Agung Al Ikhlas Gelar Sholat Ied Berjamaah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hari Jumat (31/07/2020) ini, umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Perayaan kali ini sendiri berlangsung cukup sederhana lantaran adanya pandemi covid19 yang belum meninggalkan Bumi Handayani.
Pagi tadi, Masjid Agung Al Ikhlas melaksanakan Sholat Ied berjamaah. Kendati tidak diumumkan melalui media sosial maupun banner seperti tahun sebelumnya, namun jamaah terlihat tetap memenuhi Masjid. Masjid yang terletak di tengah Kota Wonosari ini juga rencananya tidak akan mengadakan penyembelihan hewan kurban untuk meminimalisir terjadinya kerumumunan.
Ketua Takmir Mesjid Al-Ikhlas Wonosari Andar Jumailan menjelaskan, untuk ibadah kali ini, pihaknya memang sengaja tidak menyebarluaskan informasi kegiatan Solat Ied di Masjid Al Ikhlas. Jika biasanya diinfokan lewat media sosial, kali ini hanya dilakukan pada kalangan terbatas.
“Kami sudah menyiapkan skenario jika jamaah membludak, tapi Alhamdulillah skenario ini urung dijalankan. Jumlah jamaah yang datang sendiri sesuai dengan kapasitas lingkungan Masjid,” jelas Andar seusai Shalat Ied.
Jika tahun sebelumnya jamaah masjid membludak hingga alun-alun, tahun ini Sholat Ied hanya difokuskan di dalam Masjid. Banyak dari jamaah yang memang tidak mengetahui bahwa Masjid Al Ikhlas menggelar sholat Ied berjamaah.

“Jamaah yang datang sudah membawa sajadah masing-masing dan mengenakan masker. Deret solat pun dibuat berjarak, sesuai tanda yang diberikan oleh pengurus mesjid,” jelasnya.
Di samping itu, pihak mesjid juga menyiapkan delapan tempat cuci tangan. Masing-masing 4 bagi jemaah putra dan putri. Mereka diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam Masjid dan memulai Sholat Ied.
“Sejak awal sudah kami imbau agar membawa perlengkapan ibadah sendiri dari rumah, termasuk membawa hand sanitizer dan wajib masker,” jelas Andar.
Sementara itu, Ketua MUI yang juga imam dan khotib Sholat Ied di Masjid Al Ikhlas, Asrofi menyampaikan soal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam menghadapi pandemi covid19 dalam khutbah. Menurutnya, dari pandemi dan AKB ini, ada pelajaran dan ilmu baru yang bisa didapatkan. Apalagi dalam Islam, umatnya selalu diingatkan untuk selalu berhati-hati akan semua hal.
“Jika dijadikan kebiasaan, bukan hanya kesehatan, nilai ketuhanan pun juga diperoleh,” ujar Asrofi.
Ia meminta kepada umat untuk cepat beradaptasi dan menahan diri. Pihaknya sangat berharap jamaah bisa mengikuti anjuran pemerintah agar pandemi segera berakhir.
“Semoga kita selalu sabar dan dijauhkan dari malapetaka,” tutup Asrofi.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
