Sosial
Bikin Pameran “Morat-marit”, Seniman Gunungkidul Sindir Kondisi dan Kebijakan Pemkab
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Puluhan seniman Gunungkidul menggelar pameran bertajuk “Morat-Marit”. Pameran tersebut dilaksanakan sebagai sarana para seniman untuk membicarakan konteks Gunungkidul pada hari ini. Termasuk juga dalam hal ini adalah penyampaian kritik terhadap kebijakan publik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Koordinator pameran gambar Morat Marit, Dwe Rachmanto, mengungkapkan, secara umum, pameran “Morat-Marit” ini diselenggarakan dalam rangka momen Indonesia Menggambar yang dikelola oleh Forum Drawing Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Di Gunungkidul sendiri dalam pameran ini melibatkan 20 seniman, 3 komunitas, dan seorang bintang tamu.
“Pameran ini kolektif dan dikelola secara mandiri, jadi seperti perayaan atau selebrasi acara Indonesia Menggambar,” ucapnya, Jumat (03/06/2022).
Ia menambahkan, secara konsep, pameran seni Morat-Marit berpijak pada dua hal yaitu pertama sebagai teknik dalam proses menggambar. Proses menggambar pun dapat dilepaskan begitu saja sehingga tidak tertata dan menggambar dengan maksud memberikan tujuan atau sesuatu yang ingin dicapai.
“Yang kedua itu kami melihat penataan Gunungkidul yang cukup morat-marit, itu terlihat dari obrolan bersama warga yang kami ikuti selama ini. Seperti ada ketidakpuasan terhadap hadirnya tobong gamping dan sebagainya. Ini jadi refleksi bagi kami ada yang salah dalam perencanaan penataan. Kami percaya karya ruang publik harus banyak bernegosiasi atau berkompromi dengan masyarakat,” ujar dia.

Menurutnya, melalui pameran atau kegiatan semacamnya ini dapat menjadi media para seniman di Gunungkidul untuk saling berjejaring dan membicarakan peristiwa apa saja yang sudah, sedang, dan akan terjadi di Gunungkidul.
“Kami tidak sekedar membikin pameran, selain membicarakan artistik, daya bentuk, dan sebagainya juga membicarakan peristiwa yang berkonteks Gunungkidul,” imbuh Dwe.
Beberapa seniman yang terlibat pun memiliki pandangan yang sama tentang Kabupaten Gunungkidul hari ini dan perlu untuk disikapi. Menurutnya, penyampaian pesan melalui kesenian merupakan cara yang berbudaya dan lebih dapat diterima oleh masyarakat.
“Kami punya topik obrolan yang sama yaitu mengkritisi kebijakan publik di Gunungkidul. Kebetulan juga dari obrolan bersama ada polemik tobong gamping jadi kenapa tidak ini menjadi titik awal para seniman mulai membicarakan hal yang lebih besar,” jelasnya.
Penyelenggaraan pameran seni rupa juga sebagai bantuk kritik terhadap Dinas Kebudayaan Gunungkidul. Menurutnya, seniman perupa di Gunungkidul seperti anak tiri yang jarang dilibatkan dalam program-program kebudayaan. Padahal, dari pengalamannya mendampingi taman budaya di seluruh Indonesia, salah satu pilar penting dalam pembangunan budaya ialah seni rupa.
“Kami merasa bahwa seniman perupa seperti anak tiri di Gunungkidul. Ini juga termasuk kritik bagi adanya Taman Budaya Gunungkidul (TBG) dengan kemewahan gedungnya, program-programnya. Ternyata tahun ini pun tidak ada program yang melibatkan seniman perupa. Nah ini disayangkan, Gunungkidul punya taman budaya terbesar justru tidak ada program-program yang melibatkan seni rupa,” tegas Dwe.
“Gunungkidul milik kita bersama sebagai aset bersama menjadi kemewahan kita bersama, ya mari membangun bersama. Seniman ada caranya sendiri, mari berlanjut. Kerja-kerja artistik yang kita miliki itu jadi hal penting untuk memberikan pesan atau memperingatkan masyarakat,” pungkasnya.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa5 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa15 jam yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized6 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan4 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
