Hukum
Bos Besar Jaringan Nglipar Dibekuk Polisi, Edarkan Ribuan Pil Koplo Per Minggunya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jajaran Satresnarkoba berhasil mengamankan 5 pemuda yang terbukti mengedarkan pil trihexyphenidyl atau yang lebih dikenal dengan pil sapi serta pil berwarna kuning berlogo MF pada Minggu 25 Juli 2021 kemarin. Dari tangan kelimanya yaitu AG (21), AS (21), AM (22), EH (21), dan ERG (25), semuanya merupakan warga Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar tersebut, petugas berhasil mengamankan 3.000 lebih butir pil terlarang.
Kasat Satresnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Dwi Astuti Handayani, menceritakan, ungkap kasus ini merupakan hasil penyelidikan marathon yang dilaksanakan anggotanya. Sebelumnya, pihaknya mendapatkan laporan dari warga masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Nglipar dan sekitarnya.
Dari penyelidikan ini, petugas mendapatkan informasi yang mengarah kepada AG (21) yang menjadi pengedar pil koplo di kawasan Nglipar. Setelah beberapa saat melakukan penyanggongan, akhirnya pemuda tersebut berhasil dibekuk tanpa perlawanan. Dari tangan AG, petugas berhasil mengamankan 439 pil sapi.
Berdasarkan keterangan dari AG, polisi berhasil mendapatkan nama-nama lain yang juga berperan sebagai pengedar. Untuk menjalankan jaringannya, AG memang menggunakan sejumlah kaki tangan.
“Jadi AG ini menitipkan pil-pil koplo kepada teman-temannya untuk diedarkan kembali,” ucap Dwi Astuti, Selasa (28/07/2021) siang.
Dilanjutkan Dwi Astuti, anggotanya sendiri tak membuang waktu dan langsung melanjutkan operasi pengungkapan jaringan peredaran pil koplo di Nglipar ini. Giliran AS yang kemudian dibekuk. Dari tangannya, polisi berhasil mendapatkan barang bukti 100 pil sapi dan 690 pil berwarna kuning berlogo MF.
“Kami lakukan pengembangan lagi kemudian kita lakukan penangkapan terhadap pelaku atas nama AM yang kami amankan dengan barang bukti 960 butir pil sapi dan 15 butir MF. Kemudian berlanjut mengembang ke EH. Selain obat-obatan terlarang, kami juga amankan uang hasil penjualan dan handphone,” jelas dia.
Satu orang lagi berinisial ERG juga diamankan oleh petugas. Menurut Dwi, Erg berperan membantu AG dalam packing obat-obatan terlarang itu. Satu bungkus plastik kecil berisi 10 butir dijual dengan harga Rp 25.000.
Polisi sendiri terus mendalami keterangan dari para pelaku pengedar. Diduga, omset dari jaringan ini cukup besar. Hal ini lantaran per seribu butir pil sendiri bisa habis diedarkan dalam kurun waktu 3 hari saja.
“AG ini membeli secara online dengan harga 400 ribu rupiah per 1000 butir. Keuntungannya mencapai lebih dari 2 juta rupiah per seribu butir,” imbuh dia.
Menurut pengakuan, mereka mengedarkan obat tersebut sejak 1 tahun terakhir. Adapun mereka dijerat dengan pasal 60 butir 10 undang-undang RI undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja yang merubah dan menambah pasal 197 juncto pasal 106 undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan atau pasal 196 junto pasal 1998 ayat 2 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.
“Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. Kalau ERG kami kenakan pasal 55 karena dia membantu melakukan tindak pidana ini,”ujar dia.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
