Advertorial
Buron Lebih Dari Sebulan Atas Kasus Penganiayaan Brutal, Dobleh Dibekuk di Rumah Kostnya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pelarian AS (30) alias Dobleh warga Desa Putat, Kecamatan Patuk dari jeratan kasus penganiayaan sadis yang ia lakukan pada medio Juni 2018 lalu akhirnya berakhir. Dobleh yang sempat lebih dari 1 bulan dinyatakan sebagai buron diringkus di tempat persembunyiannya di sebuah kos di Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten pada Minggu (29/07/2018) dini hari silam.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengatakan penangkapan Dobleh sendiri merupakan buntut kasus kericuhan yang terjadi di Padukuhan Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Logandeng pada Jumat (15/06/2018) silam. Kala itu, rombongan pelaku terlibat cek-cok dengan rombongan korban, Igna, warga Padukuhan Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari.
Dobleh yang kemudian kalap bersama rekan-rekannya lalu melakukan penganiayaan terhadap Igna. Akibatnya, korban menderita luka sobek di pelipis kiri lantaran terkena pukulan dengan potongan besi. Jari kelingking dan jari manis tangan kiri mengalami sobek.
“Iga korban juga mengalami luka setelah ditusuk sebanyak 2 kali menggunakan obeng,” terang Riko, Selasa (31/07/2018) sore tadi.
Atas kejadian tersebut, polisi lantas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan BK (27) warga Karangduwet, Kecamatan Paliyan. Pelaku menurut Riko sempat bersembunyi dan baru bisa diamankan pada 4 Juli 2018 silam.

Berdasarkan keterangan dari BK tersebut, polisi kembali mendapatkan nama lain yang terlibat dalam penganiayaan bengis itu. Namun kemudian, ketika berusaha dilakukan pencarian, pelaku sudah terlanjur kabur.
"Dobleh sempat menjadi buron dan kita tetapkan sebagai DPO," imbuh Riko.
Setelah hampir 6 minggu menjadi buron, petugas akhirnya mendapatkan informasi bahwa Dobleh berada di wilayah Kabupaten Klaten. Tak mau kehilangan jejak, tim Buser Satreskrim Polres Gunungkidul langsung melacak keberadaan buronan itu.
"Kita mendapat informasi bahwa dia berada di wilayah Jogonalan, Klaten," kata Riko.
Tim Buser dengan sabar mengintai dan memastikan keberadaan Dobleh. Hingga pada akhirnya petugas menyergapnya di sebuah rumah kos-kosan tanpa perlawanan berarti.
"AS alias Dobleh kita tangkap di sebuah rumah kos di Jogonalan, Kabupaten Klaten pada Minggu (29/07/2018) sekitar pukul 03.30 WIB," kata Riko.
Riko menambahkan, pelaku kemudian digelandang ke Mako Polres Gunungkidul. Sejumlah barang bukti turut diamankan meliputi 2 buah jamper warna abu-abu dan hitam, 1buah topi warna hitam, 1 pasang sepatu merk Converse warna abu-abu. 1 buah Hp Vivo Y55 warna gold dan 1 unit spm Suzuki Satria F warna putih biru dengan nopol AB 5783 GM.
"Kepergian AS murni untuk melarikan diri dari kasus yang sedang menjeratnya itu," ujar Riko.
Disinggung mengenai ancaman hukuman, Dobleh akan dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Disinggung mengenai adanya pasal yang memberatkan atas tindakan melarikan diri yang dilakukan dobleh, Riko tidak bisa berkomentar banyak.
"Hukuman bisa berkurang atau bertambah sesuai dengan keyakinan hakim," pungkas Riko.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
