fbpx
Connect with us

Advertorial

Menginap di Bege Homestay, Sejenak Merasakan Kehidupan Priyayi Jawa Jaman Dulu

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata saat ini tengah menggaungkan gerakan staycation atau menginap di penginapan maupun di hotel. Upaya ini sebagai langkah membantu pengusaha penginapan dan hotel dalam rangka perbaikan ekonomi pasca pandemi. Usaha penginapan dan perhotelan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak terhadap pandemi covid19 yang telah berlangsung lebih dari setahun terakhir ini. Di Gunungkidul sendiri, sektor ini masih belum juga pulih seperti sebelum masa pandemi. Situasi sendiri semakin sulit bagi para pengusaha hotel menyusul kebijakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada libur Lebaran 2021 lalu.

Saat ini di Gunungkidul, perkembangan sektor pariwisata sendiri cukup luar biasa. Ratusan destinasi wisata alam yang menyejukan mata saat ini mulai bertambah dengan sejumlah obyek wisata buatan yang semakin memperkaya khasanah pariwisata Gunungkidul. Tentunya, waktu seharian tak akan cukup bagi wisatawan untuk menjelajahi Gunungkidul secara keseluruhan. Selama ini, sebagian wisatawan memilih untuk menginap di luar Gunungkidul. Padahal di Gunungkidul sendiri terdapat sejumlah penginapan yang sangat representatif yang bisa digunakan sebagai alternatif.

Salah satunya adalah Bege Homestay yang terletak di Jalan Dewandaru No.55, Madusari, Wonosari, Kapanewon Wonosari. Suasana berbeda ditawarkan oleh penginapan yang berlokasi tepat di jantung kota Wonosari ini. Para pengunjung yang menginap di Bege Homestay bisa merasakan tinggal di hunian bak priyayi. Bege Homestay memang menawarkan konsep yang unik dalam memadupadankan konsep modern dengan tradisional khususnya pernak-pernik khas Jawa dan pedesaan.

Sejumlah fasilitas seperti free wifi, air mandi panas dan dingin, AC, LED TV, free kopi dan teh serta sarapan pagi bisa dinikmati bagi para pengunjung yang menginap. Berbagai macam pilihan kamar pun juga tersedia tergantung dengan kebutuhan.

Sejauh mata memandang, keasrian suasana pedesaan maupun kehidupan khas piyayi jaman dahulu sangat kental. Pemilik penginapan ini memang secara serius menggarap konsep tradisional dipadukan dengan fasilitas yang mumpuni untuk memberikan kenyamanan dan suasana yang berbeda kepada pelanggannya.

Sedikitnya ada lima tipe kamar yang bisa dipilih, yakni standart double dengan tarif Rp. 250.000,- per malam, deluxe double Rp. 350.000,- per malam, deluxe twin Rp. 350.000,- per malam, suite room Rp. 450.000,- per malam dan familly room Rp. 450.000,- per malam. Kamarnya pun juga cukup artistik. Ukiran kayu jati alam menjadi bagian pesona kesejukan Bege Homestay.

“Kami juga menawarkan sejumlah fasilitas misalnya gedung pertemuan, ruang meeting dan halaman parkir yang cukup luas,” ujar pemilik BeGe Homestay, Bagong Suratmono.

Meski berlokasi di kawasan perkotaan, namun asrinya Bumi Handayani bisa terasa dari homestay ini. Ruang pertemuan yang merupakan pendopo cukup besar terlihat sangat mempesona. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh pelanggan untuk melepas penat setelah seharian berwisata.

“Aksesnya sangat dekat dengan pusat kota dan perbelanjaan, termasuk sejumlah destinasi wisata misalnya Goa Pindul, Kali Suci, Telaga Jonge atau Pantai Selatan,” jelasnya.

Bagi para pembaca yang hendak melakukan reservasi di aplikasi Traveloka. Selain itu juga bisa menggunakan WhatsApp 082138831991 dan 082134642693 atau telfon di 0274 2910051.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler