Connect with us

Advertorial

Menginap di Bege Homestay, Sejenak Merasakan Kehidupan Priyayi Jawa Jaman Dulu

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata saat ini tengah menggaungkan gerakan staycation atau menginap di penginapan maupun di hotel. Upaya ini sebagai langkah membantu pengusaha penginapan dan hotel dalam rangka perbaikan ekonomi pasca pandemi. Usaha penginapan dan perhotelan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak terhadap pandemi covid19 yang telah berlangsung lebih dari setahun terakhir ini. Di Gunungkidul sendiri, sektor ini masih belum juga pulih seperti sebelum masa pandemi. Situasi sendiri semakin sulit bagi para pengusaha hotel menyusul kebijakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada libur Lebaran 2021 lalu.

Saat ini di Gunungkidul, perkembangan sektor pariwisata sendiri cukup luar biasa. Ratusan destinasi wisata alam yang menyejukan mata saat ini mulai bertambah dengan sejumlah obyek wisata buatan yang semakin memperkaya khasanah pariwisata Gunungkidul. Tentunya, waktu seharian tak akan cukup bagi wisatawan untuk menjelajahi Gunungkidul secara keseluruhan. Selama ini, sebagian wisatawan memilih untuk menginap di luar Gunungkidul. Padahal di Gunungkidul sendiri terdapat sejumlah penginapan yang sangat representatif yang bisa digunakan sebagai alternatif.

Berita Lainnya  Penuhi Kebutuhan BBM, SPBU Jogja Makmur Lohjinawi Resmi Beroperasi di Patuk

Salah satunya adalah Bege Homestay yang terletak di Jalan Dewandaru No.55, Madusari, Wonosari, Kapanewon Wonosari. Suasana berbeda ditawarkan oleh penginapan yang berlokasi tepat di jantung kota Wonosari ini. Para pengunjung yang menginap di Bege Homestay bisa merasakan tinggal di hunian bak priyayi. Bege Homestay memang menawarkan konsep yang unik dalam memadupadankan konsep modern dengan tradisional khususnya pernak-pernik khas Jawa dan pedesaan.

Sejumlah fasilitas seperti free wifi, air mandi panas dan dingin, AC, LED TV, free kopi dan teh serta sarapan pagi bisa dinikmati bagi para pengunjung yang menginap. Berbagai macam pilihan kamar pun juga tersedia tergantung dengan kebutuhan.

Sejauh mata memandang, keasrian suasana pedesaan maupun kehidupan khas piyayi jaman dahulu sangat kental. Pemilik penginapan ini memang secara serius menggarap konsep tradisional dipadukan dengan fasilitas yang mumpuni untuk memberikan kenyamanan dan suasana yang berbeda kepada pelanggannya.

Sedikitnya ada lima tipe kamar yang bisa dipilih, yakni standart double dengan tarif Rp. 250.000,- per malam, deluxe double Rp. 350.000,- per malam, deluxe twin Rp. 350.000,- per malam, suite room Rp. 450.000,- per malam dan familly room Rp. 450.000,- per malam. Kamarnya pun juga cukup artistik. Ukiran kayu jati alam menjadi bagian pesona kesejukan Bege Homestay.

Berita Lainnya  Jalani Vaksinasi di RSUD Wonosari, Ustadz Abduh Tausikal Jamin Sinovac Halal

“Kami juga menawarkan sejumlah fasilitas misalnya gedung pertemuan, ruang meeting dan halaman parkir yang cukup luas,” ujar pemilik BeGe Homestay, Bagong Suratmono.

Meski berlokasi di kawasan perkotaan, namun asrinya Bumi Handayani bisa terasa dari homestay ini. Ruang pertemuan yang merupakan pendopo cukup besar terlihat sangat mempesona. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh pelanggan untuk melepas penat setelah seharian berwisata.

“Aksesnya sangat dekat dengan pusat kota dan perbelanjaan, termasuk sejumlah destinasi wisata misalnya Goa Pindul, Kali Suci, Telaga Jonge atau Pantai Selatan,” jelasnya.

Bagi para pembaca yang hendak melakukan reservasi di aplikasi Traveloka. Selain itu juga bisa menggunakan WhatsApp 082138831991 dan 082134642693 atau telfon di 0274 2910051.

Berita Lainnya  Bayar DP 2 Juta Bisa Dapat Hunian Berkualitas, Mau?

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler