Pemerintahan
Buru PNS Bolos di Hari Pertama Kerja, Inspektorat Daerah Gunungkidul Sidak Puluhan Instansi Pemerintah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pada hari pertama masuk kerja pasca cuti bersama Hari Raya Lebaran, Inspektorat Daerah Kabupaten Gunungkidul melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak). Sejak Kamis (21/06/2018) pagi tadi, sedikitnya 30 kantor pemerintah di lingkungan Pemkab Gunungkidul yang didatangi petugas untuk mengecek tingkat kedisiplinan pegawai.
Kepala Inspektorat Daerah, Sujarwo mengatakan sejak pagi tadi, sudah ada 29 kantor dinas yang didatangi dan dicek oleh pihaknya. Selain itu, ada pula 1 kantor kecamatan yang ikut dipantau.
"Anggota di bagi menjadi beberapa tim, kita melakukan pantauan kedisiplinan terkait jam kerja," kata Sujarwo, Kamis siang.
Hingga Kamis siang, lanjut Sujarwo petugas masih terus melakukan pantauan. Ia mengaku masih belum mendapatkan laporan dari anggota di lapangan terkait hasil dari razia yang dilakukan tersebut. Sujarwo menyatakan bahwa nantinya, hasil pemeriksaan ini akan langsung dikirimkan kepada Bupati sebagai bahan evaluasi.
"Nantinya Bupati, Sekda dan BKKPD akan melakukan proses lanjutan," lanjut dia.

Sujarwo mengatakan, berdasarkan dari tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan ASN yang mangkir di hari kerja. Namun demikian, ia menyebut bahwa jumlah oknum PNS nakal ini tidak terlalu banyak.
"Satu persen lah kira-kira. Kebanyakan izin sakit," terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajat Ruswandono mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih belum menerima laporan adanya ASN yang mangkir. Pemkab Gunungkidul sendiri ke depan akan memberikan sanksi tegas terhadap para ASN yang kedapatan melanggar kedisiplinan, termasuk mangkir kerja usai liburan panjang seperti saat libur lebaran ini.
"Tahun depan akan kita berlakukan sanksi berupa tidak dapat tunjangan kerja 100 persen. Dan tentu akan menunda kenaikan pangkat," pungkas Drajat.
Berdasarkan pantauan sementara, Drajat menyatakan bahwa pada hari pertama kerja ini memang cukup banyak ASN yang terlambat datang. Namun demikian, pihaknya memberikan toleransi kepada para ASN mengingat hari pertama kerja ini bertepatan dengan Kamisan, sehingga para ASN memang diwajibkan mengenakan pakaian Jawa lengkap.
“Kita masih berikan toleransi karena telatnya juga tidak terlalu lama. Kita maklumi mereka harus berdandan karena memang pada hari pertama ini langsung ngantor mengenakan pakaian jawa,” tandas Drajad.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
