Pendidikan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sekolah Muhammadiyah Diliburkan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul memastikan akan melakukan lockdown atau mengunci kegiatan belajar dan mengajar pada institusi pendidikannya. Sebanyak 87 sekolah Muhammadiyah dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas maupun Kejuruan diliburkan hingga tujuh hari ke depan. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi menyebarnya virus Corona.
Ketua PDM Gunungkidul, Sadmono menyatakan, pihaknya pada Sabtu (14/03/2020) kemarin telah menerima surat edaran dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam surat edaran tersebut, ada 6 poin yang diperintahkan kepada seluruh Kepala Sekolah Muhammadiyah.
“Salah satunya disebutkan bahwa para siswa-siswi sekolah Muhammadiyah melakukan proses pembelajaran dengan daring pada Senin besok hingga tujuh hari ke depan,” ujar Sadmono kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Minggu (15/02/2020).
Menurut Sadmono, dengan pemberlakuan proses pembelajaran menggunakan sistem daring, ia meminta kepada seluruh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan tetap masuk seperti biasa. Terkecuali yang sedang sakit.
“Sehingga pelajaran bisa dilakukan dari sekolah dan masing-masing rumah dengan memanfaatkan teknologi informasi” jelas dia.

Ia mengimbau kepada kepala sekolah di lingkungan Muhammadiyah agar mematuhi edaran dari PWM DIY tersebut. Adapun agenda ujian maupun latihan ujian untuk siswa sendiri diimbau menyesuaikan jadwal dinas.
“Kami juga meminta kepala sekolah untuk mematui protokoler pendidikan dalam penanganan corona, langkah ini wajib dipatuhi untuk meminimlaisir penyebaran virus Covid19,” paparnya.
Terpisah, Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah Wonosari, Triyono mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan edaran kepada wali siswa kelas 7 dan 8 berkaitan dengan keputusan belajar di rumah untuk para siswa. Kebijakan ini dilakukan selama tujuh hari mendatang.
“Tapi kemungkinan bisa diperpanjang sesuai dengan perkembangan,” kata Triyono.
Sejauh ini, pihaknya sudah menyiapkan langkah langkah pencegahan. Di antaranya edukasi kepada anak terkait imunitas diri.
“Kami juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan, dan sementara tidak ada tradisi jabat tangan antara siswa dan guru,” tandas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid saat ini masih menunggu hasil rapat koordinasi antara Gubernur DIY dengan jajaran Bupati maupun Walikota di DIY di kantor kepatihan. Sehingga pihaknya belum bisa memberikan keputusan berkaitan dengan upaya preventif penyebaran virus Covid19.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
