Sosial
Cerita Kasidi Ikuti Operasi Pembebasan Irian Barat
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Di Gunungkidul sendiri, saat ini sudah sangat sedikit jumlah veteran yang ada. Sebab kebanyakan dari mereka sudah meninggal dunia karena usianya yang tentunya sudah lebih dari kepala 8. Di Kapanewon Patuk, masih ada beberapa saksi sejarah perjuangan bangsa yang masih hidup. Salah satunya yaitu Kasidi warga Padukuhan Ngasemayu, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk.
Pria berusia 80 tahun ini merupakan salah satu veteran yang sempat bertugas di Irian Barat untuk mengikuti Operasi Trikora pada tahun 1961 silam. Kasidi masih ingat betul bagaimana perjuangannya untuk turut dalam pembebasan Irian Barat pada waktu itu.
Ditemui di kediamannya ia menceritakan bagaimana dirinya bisa ikut menjadi sukarelawan militer pada tahun 1960. Pada tahun tersebut, ada pendaftaran calon militer darurat. Karena merasa terpanggil untuk membela bangsa, dirinya kemudiam mendaftarkan diri ke Purworejo di Batalyon Center Cermani. Sebelum bertugas dan dikirim ke Irian Barat, Kasidi sempat menjalani pendidikan selama 6 bulan lamanya.
Seperti anggota militer pada umumnya, Kasidi bersama dengan rekan-rekannya menjalani pendidikan dan pelatihan militer yang ketat dan keras. Kemudian di tahun 1961 ia bersama anggota batalyon mendapatkan komando Operasi Trikora. Ratusan anggota batalyon dari Kodam VII Diponegoro tergabung dalam Batalyon 1 yang kemudian ditugaskan ke Irian Barat.
“Dari Surabaya menuju Irian Barat ini menempuh perjalanan selama 1 bulan lamanya menggunakan kapal Tolando. Saya masih ingat betul bagaimana perjalanan untuk menuju tempat tugas ini,” kata Kasidi, Rabu (10/11/2021).

Sesampainya di Irian Barat, pasukan sukarela militer darurat ini bergabung dengan pasukan Zeni tempur. Adapun anggota militer darurat yang ditugaskan itu bertugas untuk membuat jalan, jembatan dan bandara Amahai. Dirinya menjadi salah satu pembuat bandara ini dan jalan-jalan di daerah tersebut.
Bandara Amahai ini dibangun hanya dengan waktu 7 bulan lamanya dan sudah bisa digunakan untuk mendarat. Sejumlah logistik pada saat itu langsung bisa didistribusikan melalui jalur udara. Pembuatan jalan selain sebagai akses masyarakat, pada saat itu juga dimaksudkan digunakan untuk jalur tempur jika pada waktu itu Belanda tidak menyerah.
“Sekitar 7 sampai 8 bulan di sana kita mendapatkan komando dari panglima tertinggi pembebasan Irian Barat, M. Yani yang menyatakan tunggu di tempat siap di tempat. Kalau tanggal 16 Agustus 1962 Belanda tidak mau menyerah dalam perundingan yang dilakukan, kita gempur bareng-bareng,” imbuh dia.
Tak berselang lama, para tentara yang telah bersiap-siap mendapatkan kabar gembira jika Belanda menyerah tanpa syarat. Dari situ, anggota-anggota ini kemudian dikembalikan ke Semarang dan daerah masing-masing. Tanggal 19 Desember 1962 dirinya dipanggil ke Semarang, ia mendapatkan penghargaan Penghormatan Setya Lencana Setya Darma dari Presiden Soekarno secara langsung.
Tak sampai di situ ternyata, dirinya bersama dengan anggota Batalyon sempat bertugas ke beberapa daerah yang sekiranya ada kekosongan batalyon mengingat keterbatasan personel pada waktu itu.
“Ada pernah tugas di Salatiga, Beteng, dan dimana saja daerah yang batalyonnya kosong. Putaran ini dilakukan selama beberapa waktu. Saya sendiri merupakan komandan regu,” ucap Kasidi.
Kemudian di tahun 1963, sukarelawan militer darurat ini dibubarkan oleh pemerintah. Ia mendapatkan penghormatan dan dinobatkan sebagai veteran.
“Saya masih ingat betul bagaimana perjuangan di setiap daerah, apalagi saat bertugas bersama di Irian Barat,” jelas pria 4 orang anak tersebut.
Tubuh Kasidi masih terlihat begitu sehat meski usianya sudah tidak lagi muda. Namun sayangnya, pendengaran kedua telinganya sudah tidak berfungsi. Saat berkomunikasi, orang-orang harus menulis di secarik kertas dan baru kemudian ia jawab. Penglihatannya pun masih sangat baik untuk membaca.
Pada peringatan Hari Pahlawan ini ia berharap, semangat generasi muda sekarang harus lebih unggul dibandingkan dengan semangat juang orang-orang terdahulu. Jika dulu berjuang untuk kemerdekaan dengan melawan menjajah, generasi sekarang harus lebih maju lagi.
“Semangatnya jangan sampai kendor,” tandas dia.

Panewu Patuk Martono Iman Santoso mengatakan, pada peringatan Hari Pahlawan ini, pihaknya melakukan anjangsana dengan para warga Patuk yang berstatus veteran. Ia berharap, selain sebagai penghargaan terhadap para veteran, pihaknya juga dapat mengetahui kondisi veteran yang telah berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melihat kondisi Kasidi yang sulit mendengar sejak beberapa tahun lalu, pihaknya akan bergerak cepat. Di mana akan mengajukan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan alat bantu pendengaran.
“Pada peringatan Hari Pahlawan ini kita silaturahmi dengan veteran yang masih sugeng. Beliau masih sehat tapi untuk pendengarannya memang terganggu,” ujar Martono Iman.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
