Sosial
Empat Kalurahan Dibidik Kementan Kembangkan Jagung Rendah Aflatoxin
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjadi salah satu sentra jagung di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi peluang tersendiri bagi Gunungkidul untuk lebih maju dan menarik investor masuk. Khususnya dalam bidang pengolahan jagung untuk menjadi bahan baku pangan dan pakan ternak. Baru-baru ini, pemerintah pusat (Kementan), pihak swasta dan kelompok tani di Kapanewon Semanu melakukan kerjasama untuk memproduksi jagung rendah aflatoxin.
Dengan adanya kerjasama produksi jagung rendah aflatoxin diharapkan dapat meningkatkan harga jual jagung di daerah yang melakukan kerjasama dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, produksi jagung yang melimpah setiap tahunnya menjadikan pemerintah pusat dan pihak swasta melirik Gunungkidul untuk bekerjasama. Sebagai contohnya, setiap tahun produksi jagung terus surplus. Dari hasil panen hanya sekitar 1,6 kg per tahun jagung yang konsumsi masyarakat. Kemudian sisanya dijual ke pengepul.
“Setiap tahun jagung kita surplus. Tahun 2020 ini saja produksinya 275.000 ton pipil kering, luar biasa,” kata Raharjo Yuwono, Sabtu (12/12/2020).
Lebih lanjut ia menjelaskan, Aflatoxin adalah racun yang dihasilkan oleh jamur tertentu pasca panen. Jamur ini ada karena kadar air yang tinggi, perlu adanya pengolahan tertentu untuk menjadikan jagung rendah aflatoxin.
“Jagung rendah aflatoxin biasanya digunakan untuk bahan pakan ternak. Untuk menekan impor jagung kama pemerintah dan pihak swasta memiliki gagasan untuk mendorong petani agar dapat memproduksi jagung sebanyak mungkin dan nantinya akan diolah oleh pihak swasta,” imbuh dia.
Sementara itu, Kasi Pengolahan Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwi mengatakan 4 Kalurahan di Kapanewon Semanu akan menjalin kerjasama dengan PT. Sumber Kamulyan Nusantara dalam pengolahan atau pengeringan jagung agar menjadi komoditi yang rendah aflatoxin. Empat kalurahan tersebut meliputi Candirejo, Dadapayu, Semanu, dan Pacarejo.
Ia menerangkan, jagung hasil pertanian akan dibeli ileh perysahaan kemudian akan dilakukan pemanasan dan proses lain.
“Pemanasan dimaksudkan agar jagung menjadi kering dan rendah aflatoxin,” ucap dia.
Selanjutnya jagung-jagung kering itu akan dilakukan pemrosesan lain sesuai dengan kegunaan pati jagung tersebut. Di daerah lain digunakan sebagai pangan yang berbahan pati jagung atau juga ada yang digunakan sebagai bahan pakan ternak (sapi) susu perah.
“Ada kerjasama tapi kemungkinan baru mulai di musim tanam kedua. Unit pengelolaannya akan dibuat di Semanu,”sambung dia.
Menurutnya kebutuhan jagung rendah jamur tersebut cukup banyak, berdasarkan survei Gunungkidul cocok lantaran menjadi salah satu sentra penghasil jagung. Berkaitan dengan kerjasama pengembangan jagung rendah aflatoxin tersebut, Pemerintah Daerah mendukung adanya kerjasama ini tetapi dengan syarat saling menguntungkan ini.
Pasalnya, semua hal diperhatikan mulai dari kualitas, harga yang bagus dan akan membuka peluang pasar jagung. Nantinya diharapkan permintaan jagung semakin meningkat dan kesejahteraan petani juga lebih baik kembali.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
