fbpx
Connect with us

Sosial

Diinvestasikan Pengelola ke Bursa Saham Emas, Tabungan 1 Miliar Ratusan Pedagang Tak Kunjung Bisa Dicairkan

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Menabung menjadi salah satu cara yang tepat untuk menyisihkan pendapatan. Saat kondisi mendesak, tabungan ini bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan keperluan. Namun, hal ini tak sepenuhnya dirasakan oleh para pedagang di Pasar Playen. Para pedagang yang setiap hari menyisihkan pendapatannya untuk menabung, hingga saat ini belum bisa menikmati hasil tabungan yang mereka kumpulkan selama setahun terakhir ini. Hal tersebut dikarenakan uang tabungan para pedagang yang ditaksir mencapai 1 miliar tersebut justru diinvestasikan di bursa saham oleh pengelola. Tak heran sejak beberapa waktu terakhir ini, para pedagang dirundung rasa khawatir yang amat sangat mengingat nilai uang yang tak sedikit tersebut terancam tak bisa dicairkan.

Seperti yang diungkapkan oleh Ngatemi, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Playen. Perempuan 50 tahun tersebut mengaku sudah agak lama menabung sebagian uang hasil jualannya melalui SR, yang juga seorang pedagang di Pasar Playen. Pada periode kali ini, uang hasil tabungannya adalah sebanyak Rp 15.000.000. Yang membuatnya cemas, uang yang tak sedikit baginya sampai sekarang masih belum bisa dicairkan sesuai dengan perjanjian.

Ia melanjutkan, setiap harinya, Ngatemi menitipkan uang sebesar Rp 100.000 kepada SR. Uang ini merupakan sebagian dari hasil keuntungannya berjualannya. Sesuai perjanjian dengan pengelola, uang tabungannya itu seharusnya dicairkan pada 5 Oktober 2021 lalu. Akan tetapi hingga sebulan berselang, uang ini tak kunjung diberikan kepadanya.

“Harusnya awal bulan Oktober 2021 kemarin sudah cair, tapi ini sampai November belum cair juga,” keluh Ngatemi, Rabu (10/11/2021).

Berkaitan dengan uang tabungannya tersebut, Ngatemi mengaku pernah menanyakan akan hal itu ke SR. Namun ia hanya mendapatkan jawaban bahwa uang tabungan Ngatemi dan pedagang lainnya dijanjikan baru bisa dicairkan pada akhir bulan November nanti.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, praktek menabung para pedagang kepada SR sendiri sudah berlangsung sejak bertahun-tahun. Skemanya adalah, para pedagang mengumpulkan uang tabungan harian. Selain dirinya, hampir 2/3 pedagang Pasar Playen ikut menabung dengan SR ini. Mereka hampir setiap hari menitipkan uang hasil jualan mereka dengan besaran yang beragam.

“Awalnya lancar dan bisa dicairkan cepat, tapi ini kok ndak tahu tidak bisa dicairkan,” papar dia.

Ia mengungkapkan jika ia hanya ikut-ikutan pedagang lain untuk menabung di SR. Saat ini Ngatemi dan pedagang lainnya masih menunggu pencairan tersebut. Dirinya pun juga mendengar rumor bahwa uang tabungan yang terkumpul tanamkan saham emas.

“Katanya karena bank online,” ujar Ngatemi.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang petugas parkir yang biasa beroperasi di kawasan Pasar Playen. Ia mengaku ikut tabungan harian yang dikelola SR. Setiap harinya uang sebesar 50 ribu hasil parkir ia titipkan kepada SR. Awalnya untuk pencairan memang lancar karena setahunya uang tersebut ditabung ke BUKP Playen.

“Belum cair sampai sekarang. Katanya akhir bulan ini,” kata petugas parkir tersebut.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi SR (39) mengaku jika praktek tabungan harian yang ia kelola ini sudah 8 tahun berlangsung. Ia mengumpulkan uang tabungan dari para pedagang dengan nilai minimal Rp 10.000 setiap hari. Data yang ia miliki, ada 325 pedagang yang menitipkan uang untuk ditabung kepada dirinya.

“Nilainya memang kurang lebih mencapai total 1 miliar dari lebih dari ratusan pedagang ini. Setiap hari saya tarik minimal 10 ribu, tapi kebanyakan pada nabung 50 ribu sampai 100 ribu. Tapi ada juga yang 500 ribu,” papar SR.

Ia menyebut, dari bertahun-tahun praktek yang dijalaninya, baru tahun ini ada keterlambatan dalam mencairkan uang tabungan yang ia kumpulkan tersebut. Diakui oleh SR, berbeda dengan tahun lalu jika uang yang terkumpul ditabung di BUKP Playen atau Bank Mandiri, untuk tahun ini, uang hasil tabungan para pedagang ini ia tanamkan ke saham berbentuk emas.

“Saya gunakan untuk investasi saham emas tanpa batas waktu yang dintentukan. Kantor perusahaan brokernya ada di Casagrande dengan nilainya sahamnya 1 miliar rupiah. Saya juga sudah berusaha nagih ke kantor tersebut, namun oleh perusahaan dijanjikan baru bisa cair jika harga emas naik,” imbuh dia.

SR mengungkapkan, ia tertarik menginvestasikan uang tabungan pedagang ke saham emas tersebut karena waktu menginvestasikan uangnya sebesar Rp 350 juta, ia langsung mendapat bonus sebuah motor Yamaha N Max. Namun, yang ia terima baru sebatas motor saja karena BPKBnya hingga saat ini belum diberikan.

“Saya dapat motor N Max langsung saat pertama kali investasi,”terangnya.

Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengungkapkan jika perusahaan yang berkantor di Casagrande tersebut adalah broker komoditas bukan saham. Kemungkinan salah satu komoditas yang diperdagangkan mereka saat ini adalah emas.

“Tapi, setahu saya, istilah nabung emas itu adanya di pegadaian. Jika kami diawasi oleh OJK. Sedangkan perusahaan itu harusnya diawasi oleh Bappebti,” terang Irfan Noor.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler