fbpx
Connect with us

Olahraga

Cerita Peraih Emas PON Papua, Sempat 3 Tahun Vakum Sebelum Akhirnya Dinobatkan Jadi Atlet Jalan Cepat Terbaik Indonesia

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Julukan sebagai gudangnya atlet atletik memang pantas disematkan untuk Kabupaten Gunungkidul. Banyak atlet-atlet atletik Gunungkidul yang berprestasi di kancah nasional bahkan hingga internasional. Yang terbaru adalah prestasi Indah Lupita Sari (25) yang berhasil menyabet medali emas pada gelaran PON XX tahun 2020 yang diselenggarakan di Papua untuk nomor jalan cepat 20.000 meter. Atas prestasi ini, Indah bisa dikatakan sebagai atlet jalan cepat terbaik se Indonesia.

Kepada pidjar.com, Indah menceritakan pengalamannya yang sangat mengesankan kemarin. Menurutnya, dalam partai final nomor jalan cepat putri 20.000 meter, banyak sekali kompetitor atlet-atlet berprestasi dari daerah lain. Kompetitor ini menurutnya tidak bisa lagi diragukan kemampuannya maupun pengalamannya. Namun nama-nama mentereng ini tak lantas membuatnya gentar.

Sejak garis start, Indah langsung tancap gas. Kilometer demi kilometer terus ia tempuh dengan kecepatan yang nyaris sempurna. Didukung stamina serta teknik yang memang sangat memadai, Indah terus berada di barisan terdepan. Catatan waktu 1 jam 54 menit menjadi torehan tercepat diantara atlet-atlet lainnya. Sorakan lega langsung ia teriakan saat menyadari menjadi orang pertama yang sampai di garis finish. Dengan catatan waktu ini, putri pasangan Sungkono dan Yanti warga Padukuhan Logandeng, Kapanewon Playen tersebut yang berhasil mendapatkan medali emas dalam ajang olahraga terbesar di Indonesia ini.

“Alhamdulillah saya bisa mempersembahkan yang terbaik untuk daerah saya dan orang-orang terkasih saya, baik untuk Allah SWT, orang tua, keluarga, dan pelatih saya yang terus bekerja keras bagi saya,” kata Indah, Minggu (10/10/2021).

Persiapan yang dilakukan untuk mengikuti PON Papua ini menurutnya tidak mudah. Banyak sekali rintangan dan kendala yang dihadapi menuju PON XX tersebut. Terlebih dalam situasi pandemi covid19, membuatnya kesulitan ketika hendak berlatih. Akan tetapi hal itu tidaklah menyurutkan semangatnya untuk turut berlaga di cabang olahraga jalan cepat yang kemudian membuahkan hasil membanggakan tersebut.

Ia mengatakan, PON Papua ini sebagai merupakan PON pertama yang dia ikuti. Selama ini juga dirinya sudah sering mengikuti perlombaanz mulai dari Pra PON 2019 di Jawa Timur Open pada Maret 2019 yang berhasil mendapat posisi kedua. Kemudian Pra PON di Kejurnas Sibinong Agustus 2019 ia berhasil mendapatkan peringkat pertama.

Perempuan 25 tahun tersebut dulunya mengenyam pendidikan di SD Negeri Logandeng, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Playen, dan SMK Negeri 2 Wonosari. Ia kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta.

“Jadi saya dulu mulai latihan atletik sejak SD. Kalau awal-awalnya memang masih sebatas ikut-ikutan saja. Awal latihan dulu di nomor lari menengah jauh dilatih sama Pak Tupar. Kemudian menginjak kelas 2 SMP saya mulai dispesialiskan di jalan cepat,” paparnya.

Dari situ berbagai kompetisi ia ikuti mulai dari kejurnas remaja, yunior, bahkan senior. Berkat bakat maupun kerja kerasnya, podium menjadi langganan Indah sejak awal merintis karir. Setelah masuk kuliah, Indah sempat vakum sekitar 3 tahun dari dunia atletik. Ia baru kembali menekuni olahraga ini pada pertengahan 2018. Di mana pada saat itu, mata kuliahnya ada matakuliah magang. Dan dirinya magang di UKM Atletik FIK UNY.

Dari situ Indah menjadi asisten pelatih Ivan Budi Aji. Beberapa kali memberikan contoh ke juniornya. Mengendus bakat besar Indah, sang pelatih kemudian memberi kesempatan agar Indah kembali mengikuti perlombaan. Kesempatan itu kemudian seakan menjadi hidup kedua bagi Indah. Dengan mantap, ia akhirnya memutuskan untuk kembali menekuni olahraga yang sempat membesarkan namanya tersebut. Dengan bimbingan sang pelatih, Indah akhirnya kembali menemukan performa terbaik.

“Awalnya coach saya bilang gini, Ndah teknik kamu masih bagus kenapa nggal latihan lagi? Akhirnya dari magang itu saya comeback,” imbuh dia.

Ia berpesan untuk atlet-atlet Gunungkidul agar tetap memupuk semangat untuk mendulang prestasi gemilang. Dengan prestasi, menurutnya bisa menjadi modal hidup yang jauh lebih baik. Setelah menjadi atlet berprestasi tinggi dan atlet elit tetaplah rendah hati, tetap segan dan tidak arogan.

“Kuncinya ada kerja keras dan fokus,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler