fbpx
Connect with us

Olahraga

Kalah Lagi Pada Pertandingan Kedua, Persig Tersingkir Dari Liga 3 DIY

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Persig Gunungkidul harus mengubur asa untuk menjuarai Liga 3 DIY setelah kalah tipis 1-0 dari Sleman United dalam lanjutan pertandingan di babak 6 besar Liga 3 DIY pada Kamis (16/12/2021) sore. Dengan hasil ini, tim kebanggaan warga Gunungkidul ini harus rela menjadi juru kunci dan terdepak dari babak lanjutan. Penampilan Persig pada babak 6 besar sendiri sangat antiklimaks dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya. Setelah berhasil menyapu 3 kemenangan dalam babak grup, Persig harus mendapati kenyataan kalah dalam 2 pertandingan terakhirnya. Dalam babak 6 besar ini, Persig sendiri juga tak sekalipun mencetak gol.

Sejak peluit pertandingan dimulai, Persig Gunungkidul yang menargetkan langsung berusaha mengejar gol pembuka. Namun begitu, barisan penyerang Persig tak mampu menembus kokohnya pertahanan Sleman United. Kubu Sleman United sendiri memang cukup bermain imbang atau jikapun kalah tidak 1 gol atau lebih agar dapat melenggang ke babak selanjutnya.
Bencana bagi Persig datang pada menit ke 18 manakala gawang Persig harus terbobol oleh Sleman United. Gol terebut menjadi pukulan bagi pemain Persig yang menargetkan kemenangan dalam pertandingan tersebut. Hingga babak pertama usai, Persig Gunungkidul masih tertinggal 1-0 dari Sleman United.

Pada babak kedua, Persig mencoba bermain lebih menyerang untuk mengejar ketertinggalannya. Peluang demi peluang sempat tercipta namun tidak ada yang dapat dikonversikan menjadi gol. Pertahanan kokoh Sleman United belum dapat diterobos oleh para pemain Persig Gunungkidul. Namun hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Persig kalah tipis 1-0 dan harus merelakan tiket ke semi final Liga 3 DIY.

Kepala Pelatih Persig Gunungkidul, Vitus Suharto, menyampaikan jika dalam segi permainan, Persig sebenarnya dapat mengimbangi Sleman United. Menurutnya, Persig seharusnya bisa menang dalam pertandingan tersebut. Kekalahan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Persig Gunungkidul untuk menatap kompetisi-kompetisi selanjutnya.

“Kita tidak kalah permainan, malahan Sleman United tidak seperti yang kita bayangkan. Para pemain hanya kurang tenang dan kehabisan bensin, yaitu bensin spirit khususnya,” ucap Vitus, Kamis malam.

Sementara itu, Ketua Supergeni, Totok Wahyudi, mengungkapkan, meskipun Persig Gunungkidul kalah dan tersingkir dari Liga 3 DIY, rasa bangga dan cinta terhadap Persig tetap tertanam di hati para Suporter Supergeni. Namun menurutnya, pertandingan melawan Sleman United bukanlah performa maksimal dari para pemain Persig.

“Kondisi lapangan hujan membuat kedua tim bermain kurang lepas. Pertandingan hari ini nggak seperti biasanya, mungkin kualitas lawan juga lebih baik,” terang Totok.

Ia berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan manajemen serta pelatih Persig karena telah membawa Persig melangkah hingga babak 6 besar Liga 3 DIY. Hal tersebut membuktikan jika Persig dapat bersaing dan mempunyai potensi untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

“Untuk ke depannya semoga lebih matang dalam mempersiapkan tim dan banyak lagi pihak yang peduli dengan Persig. Dan semoga Pemerintah Daerah bisa memulai memfasilitasi sarana dan prasarana untuk olahraga khususnya sepakbola. Terima kasih kepada manajemen, tim pelatih, official, dan semua pemain yang telah berjuang sampai saat ini,” tutup Totok.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler