fbpx
Connect with us

Peristiwa

Darurat Oksigen di Fasilitas Kesehatan Gunungkidul

Published

on

Saptosari,(pidjar.com)–Meledaknya covid19 dalam beberapa minggu terakhir berdampak pada pasokan oksigen yang terus menipis. Bahkan di RSUD Saptosari yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama covid19 di Gunungkidul, stok oksigen di ruang perawatan hampir habis. Beruntung pada masa kritis ini, pasokan datang meski sangat terbatas. Petugas medis sendiri hingga saat ini terus berupaya mendapatkan pasokan oksigen agar dapat memenuhi kebutuhan para pasien covid19 yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Saptosari, dr. Eko Darmawan memaparkan, stok oksigen di RSUD Saptosari pada Minggu (04/07/2021) sekitar jam 16.00 WIB sempat habis. Menurut Eko, beruntung pada saat-saat terakhir ini, kemudian berhasil mendapatkan oksigen meski pasokannya sangat terbatas. Sebanyak 10 tabung berhasil didapatkan oleh pihaknya yang langsung disalurkan kepada para pasien yang tengah dirawat. Menurut Eko, dengan pasokan terbatas ini, bisa cukup digunakan hingga hari Senin (05/07/2021) ini.

“Kemarin sekitar jam 16.00 WIB stok oksigen habis, Alhamdulillah sebelum jam 6 sudah masuk 10 tabung oksigen,” ucap dr. Eko saat dikonfirmasi pidjar.com

Mengingat adanya kendala dalam mendapatkan oksigen ini, pihaknya telah mempersiapkan antisipasi apabila stok tak kunjung didapatkan lagi. Untuk kemungkinan terburuk sebagai antisipasi, sebagai solusi jangka pendek, pihaknya akan memindahkan sementara tabung oksigen di IGD ke ruang perawatan sembari menunggu pasokan.

“Yang habis adalah oksigen yang terpasang di ruangan, sementara di UGD masih aman,” jelasnya.

Menurut dia, oksigen menjadi sebuah hal yang mutlak dibutuhkan oleh pasien yang mengalami gangguan saturasi oksigen. Saat ini, hampir seluruh pasien yang terpapar covid19 memang mengeluhkan sesak nafas. Maka dari itu, kebutuhan oksigen selama beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan yang signifikan.

“Ya sangat dibutuhkan, untuk saat ini semua pasien dengan keluhan sesak nafas sudah aman mendapatkan oksigen,” imbuhnya.

Lantaran perlu membutuhkan back up oksigen maka pihak RSUD Saptosari sedang mengupayakan mencari bak up dari PT penyedia oksigen. Selain itu juga diupayakan pemasangan oksigen generator plant seperti RSUD Wonosari dalam waktu cepat.

Beberapa waktu lalu, Direktur RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati mengatakan di rumah sakit ini dalam sebulan telah menggunakan 7,7 juta liter oksigen. Padahal generator plant yang dimiliki untuk mengubah udara menjadi oksigen hanya berkapasitas 6 juta liter per bulan. Maka dari itu, pihaknya juga mencari back up dari penyedia oksigen.

“Dijam tertentu memang penggunaan oksigen sangat tinggi. Misalnya saat pasien banyak dan membutuhkan oksigen, jadi kita selain produksi juga minta back up,” ucap Heru.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen ini, selain meminta back up pihaknya telah memesan regenerator untuk mengupdate alat yang lama. Sehingga paling tidak kapasitasnya bisa mencapai 12 juta liter per bulannya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler