Pariwisata
Desa Wisata Makin Maju Bersama Si Dewi Sintal
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pandemi covid19 yang yang melanda dunia, termasuk Gunungkidul sejak satu tahun lalu memaksa masyarakat untuk aktif beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Pandemi covid19 yang belum diketahui kapan berakhirnya ini sangat membatasi aktifitas masyarakat, terlebih saat penerapan PPKM Darurat sejak lebih dari sebulan silam. Pembatasan kegiatan yang berujung pada penutupan obyek wisata tersebut sangat berdampak bagi para pelaku wisata. Bisa dikatakan, sejak lebih dari sebulan silam ini, sektor pariwisata Gunungkidul lumpuh total.
Desa wisata yang mulai tumbuh di beberapa wilayah Gunungkidul, harus memutar otak untuk menarik kembali wisatawan. Tak melulu soal keindahan tempat wisata, namun pemasaran dan penyampaian informasi perihal keberadaan desa wisata menjadi hal yang tak kalah penting. Dalam era revolusi industri 4.0, terlebih dalam masa pandemi covid19 seperti ini, tentunya teknologi dapat dimanfaatkan dalam upaya menjaring kunjungan wisatawan. Dalam upaya mendukung pengembangan desa wisata di Gunungkidul, Dinas Pariwisata Gunungkidul kemudian mengeluarkan program Si Dewi Sintal (Sinergi Desa Wisata Promosi melalui Media Digital).
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengungkapkan, pada masa sekarang ini, para pengelola desa wisata harus akrab dengan dunia digital, termasuk berbagai platform media sosial. Hal ini menjadi sangat penting untuk memudahkan pemasaran dan pelayanan di desa wisata. Digitalisasi desa wisata sendiri dapat memanfaatkan berbagai media digital yang telah tersedia. Seperti membuat konten yang menarik untuk promosi, edukasi dan memberikan informasi terkait desa wisata.
“Pemasaran promosi desa wisata melalui digital dapat dimulai dari media sosial atau membuat sistem reservasi online dan pendataan wisatawan, hingga transaksi dengan cara non tunai,” jelas Asti, Selasa (10/08/2021).
Sementara itu, Kabid Pemasaran dan Bina Usaha Ekraf Dinas Pariwisata Gunungkidul, Yuni Hartini menyampaikan, meskipun sektor pariwisata ditutup untuk sementara, bukan lantas menjadi alasan para pengelola desa wisata untuk tak melakukan promosi dan penyebaran informasi terkait desa wisata masing-masing.

“Promosi dan penyebaran infromasi harus tetap dilakukan untuk memperkuat citra desa wisata guna mempersiapkan kunjungan setelah pandemi,” imbuh Yuni.
Untuk mendukung digitalisasi desa wisata, Dinas Pariwisata Gunungkidul telah menginisiasi program Si Dewi Sintal. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam memanfaatkan media sosial, digital, dan website untuk keperluan promosi dan informasi.
“Desa wisata diharapkan secara mandiri mempunyai pemasaran melalui media sosial yang kuat. Selain itu Si Dewi Sintal juga untuk membuat sinergi promosi antar desa wisata dan Dinas Pariwisata,” sambungnya.
Kasi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Purnomo Sumardamto yang juga pelaksana program Si Dewi Sintal, menyampaikan, pelaksanaan program sendiri berupa pendampingan dan pelatihan kepada pengelola desa wisata. Khususnya, pihaknya akan memberikan pelatihan kepada admin media sosial yang dimiliki oleh desa-desa wisata. Admin media sosial sendiri merupakan salah satu ujung tombak pemasaran yang nantinya selain langsung berinteraksi dengan calon wisatawan, juga berperan membuat konten-konten yang menarik agar desa wisata menjadi viral di media sosial.
“Pelatihan nanti dari Dinas Pariwisata Gunungkidul dan dari perguruan tinggi ITDA,” papar Damto.
Pada tahap awal pelaksanaan program Si Dewi Sintal, sebanyak 12 desa wisata yang telah di \tetapkan melalui Surat Keputusan Bupati telah disasar. Desa-desa wisata tersebut diantaranya, Desa Wisata Girisuko, Mulo, Pampang, Kampung, Putat, Ngalang, Beji, Nglanggeran, Pacarejo, Ngestirejo, Bleberan, dan Umbulrejo. Pelaksanaan programnya sendiri sudah dimulai sejak 6 Agustus lalu hingga 13 Agustus mendatang.
“Sejauh ini sudah 8 Desa Wisata yang sudah kami datangi. Setelah selesai akan dilaksanakan implementasi dan monitoring sampai akhir bulan Agustus,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata, Agung Nugroho menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik adanya program Si Dewi Sintal. Ia berharap nantinya pasca pendemi, desa wisata bisa langsung mendapatkan kunjungan dari wisatawan.
“Tentunya program Si Dewi Sintal memberi motivasi kepada pengelola desa wisata agar terus berkreasi dan berinovasi dalam promosi,” ucap Agung. (Roni)
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
