fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Akhir Agustus, Seluruh Tenaga Kesehatan Ditargetkan Telah Terima Booster Moderna

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kesehatan mulai melaksanakan vaksin dosis ketiga atau booster bagi tenaga medis di Kabupaten Gunungkidul pada Selasa (10/08/2021) ini. Adapun target per harinya, 400 nakes bisa mendapatkan booster vaksin covid19 Moderna ini. Ditargetkan, akhir bulan Agustus 2021 ini, seluruh nakes sudah mendapatkan vaksin booster. Adapun vaksin booster sendiri diberikan untuk semakin memberikan perlindungan bagi para tenaga medis yang selama tugasnya memang sangat rentan terpapar corona.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Fransiska Niken Widyawati, menuturkan, suntikan ketiga untuk tenaga kesehatan ini sudah mulai pada hari ini. Nantinya, booster akan diberikan secara terus menerus sampai seluruh tenaga kesehatan mendapatkannya. Menurutnya suntikan booster ini dilakukan untuk semakin menguatkan antibodi di tubuh para tenaga kesehatan. Sehingga kemudian, para tenaga kesehatan ini bisa lebih secara maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Vaksin jenis Sinovac yang pertama dan kedua kan jaraknya sudah lama. Sehingga antibodi yang terbentuk mengalami penurunan, maka diberikan booster Moderna ini agar anti bodinya terbentuk lebih kuat kembali,” kata Fransiska Niken, Selasa (10/08/2021).

Ia menjelaskan pada periode ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan kiriman booster Moderna sebanyak 160 vial. Adapun setiap vialnya dapat digunakan untuk 14 orang. Sehingga jika dihitung, Gunungkidul telah mendapatkan vaksin yang bisa digunakan total untuk 2.240 tenaga medis. Rencananya setiap hari selain melakukan layanan vaksin secara umum, petugas juga akan menyuntikkan dosis ketiga kepada para nakes ini.

“Kita targetkan 400 nakes mendapatkan booster Moderna per hari. Rencananya proses penyuntikan booster bisa selesai akhir Agustus,” imbuh dia.

Disinggung mengenai vaksin pelajar dan masyarakat umum, Niken mengungkapkan jika sekarang ini vaksinasi masih tetap dilakukan oleh faskes-faskes di daerah. Pemerintah sendiri juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga untuk melakukan percepatan capaian vaksinasi. Hanya saja untuk vaksin pelajar ini sifatnya masih sebatas permintaan sekolah.

Pemerintah belum melakukan secara serentak karena dikhawatirkan jika dilakukan serentak, stok vaksin tidak mencukupi. Untuk itu, pihaknya hanya memenuhi permintaan sekolah dan kemudian dilakukan vaksinasi.

“Belum secara serentak. Takutnya ketersediaan vaksin kita belum bisa memenuhi kalau serentak. Saat ini di Kabupaten Gunungkidul ada 2 jenis vaksin yang digunakan yaitu Sinovac dan AstraZeneca,” jelas Niken.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty menambahkan, vaksinasi sendiri masih terus dikebut agar kekebalan tubuh seseorang terbentuk dengan baik. Jika pun terpapar covid19, masyarakat yang telah menerima vaksin resikonya sangat kecil dan tidak fatal. Namun begitu, hal tersebut juga tetap harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat serta penerapan protokol kesehatan ketat.

Pihaknya juga menghimbau kepada lansia, petugas publik dan lainnya jika terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sebaiknya dikonsultasikan dengan puskesmas atau faskes terdekat. Sehingga bisa diketahui dan dilakukan penanganan.

“Mari jaga diri dan jaga orang lain dengan segera melakukan vaksinasi,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler