fbpx
Connect with us

Sosial

Dibimbing Mahasiswa UGM, Masyarakat Jetis Rintis Budidaya Lobster Air Tawar

Published

on

Saptosari, (pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul kaya akan potensi alamnya, tak melulu soal keindahan alamnya untuk berwisata namun juga potensi budidaya fauna yang tentunya dapat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat. Salah satu potensi yang saat ini tengah dikembangkan ialah budidaya lobster air tawar yang mempunyai peluang untuk dikembangkan dan diolah menjadi beragam produk. Harganya yang cukup tinggi dengan potensi pasar yang besar membuat bidang ini bisa menjadi jembatan kesejahteraan masyarakat.

Lima orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Rizky Azidtya, Arsita Budi Rizqi, Cindika Wanda Oktaviani, Naufal Mu’afi, dan Dito Zhafran Amarrafi bersama masyarakat Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari tengah menjajal budidaya lobster air tawar. Saat ini, lobster memiliki permintaan pasar yang relatif tinggi namun masih sedikit yang bisa membudidayakannya. Program yang mengangkat judul Gerakan Budi Daya Lobster Air Tawar di Desa Jetis, Gunungkidul Guna Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Potensi Wirausaha Sosial tersebut tengah diajukan dalam kompetisi yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Selain untuk mengembangkan potensi di masyarakat dalam hal usaha mandiri, program tersebut juga sebagai penunjang potensi wisata di bidang usaha kuliner,” ujar Azid, salah satu mahasiswa pada media, Jumat (27/08/2021).

Lebih lanjut, Azid mengungkapkan, budidaya lobster air tawar diharapkan dapat menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat, terlebih di masa Pandemi covid19 yang membuat perekonomian kian sulit.

Pihaknya sendiri memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat terkait dengan pembudidayaan lobster pada air tawar. Tak hanya itu, masyarakat juga dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan serta pemasaran produk dari lobster air tawar. Hal tersebut guna mempersiapkan masyarakat untuk menciptakan dan mengembangkan UMKM dengan produk dasarnya lobster air tawar.

“Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pembudidayaan lobster air tawar, cara pengolahan menjadi berbagai jenis kuliner, dan pengemasannya,” terangnya.

Dalam perawatan lobster air tawar, dapat dibilang relatif mudah. Perawatan kualitas air dan pemberian makan yang cukup menjadi poin penting dalam budidayanya. Lobster air tawar dapat dipanen dengan berbagai macam ukuran untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan harga yang berkisar antara Rp150.000,00 – Rp250.000,00 per kilogramnya. Sementara itu, untuk lobster hasil budi daya akan dijual baik masih hidup maupun olahan sesuai permintaan konsumen

“Harapannya lobster air tawar dapat membawa Kalurahan Jetis maupun Kabupaten Gunungkidul untuk memiliki identitas kuliner baru yaitu Lobster Air Tawar sebagai andalan di bidang wisata kuliner,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler