Pemerintahan
Digelontor Rp 1 Miliar Untuk Bangun Jalan, 8 Desa Ini Dapat Alokasi Program Padat Karya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah desa bakal mendapatkan jatah bantuan program padat karya pada tahun 2019 ini. Dana yang disiapkan untuk merealisasikan program ini pun cukup fantastis yakni menyentuh angka Rp 1 miliar.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul, Munawar Akhsin mengatakan, pada tahun ini ada 8 desa yang akan menerima bantuan program padat karya. Setiap desa akan mendapatkan jatah sebesar Rp 129 juta. Adapun dana ini dialokasikan untuk pengbangunan jalan cor blok.
“Kedelapan desa tersebut antara lain Desa Semin, Desa Pundungsari untuk Kecamatan Semin; Desa Ngipak, Kecamatan Karangmojo; Desa Salam, Kecamatan Patuk; Desa Kenteng, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong; Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari dan Desa Kepek, Kecamatan Saptosari,” kata Munawar, Jumat (25/01/2019).
Munawar menambahkan, terealisasinya program tersebut atas disetujuinya pengajuan proposal dari pihak desa kepada Disnakertrans DIY. Adapun anggaran yang digunakan menurut Munawar bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi DIY.
“Nanti jalan cor blok paling tidak jalan yang dikeraskan sejauh 450 meter. Kita memberikan waktu 18 hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” kata dia.

Munawar menambahkan, saat ini sebanarnya masih banyak jalan desa yang perlu mendapatkan perhatian. Namun demikian, pihaknya juga meminta keaktifan dari pemerintah setempat untuk mengajukan permohonan seperti yang sudah dilakukan 8 desa ini.
“Kemungkinan masih banyak desa yang membutuhkan pengerasan jalan dengan cor blok. Kalau dibanding Bantul yang mendapat 24 titik, kita jauh lebih sedikit,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya mengatakan proyek padat karya ini memang cukup berbeda dibandingkan dengan proyek lain. Dalam program ini, kegiatan pembangunan proyek lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Tujuan utamanya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga-keluarga miskin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Sehingga kita berharap selain memperbaiki infrastruktur yang ada di desa, juga sebagai peneyediaan tenaga kerja. Paling tidak masyarakat memiliki kegiatan dan penghasilan dari program tersebut,” ucap dia.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
