Pemerintahan
Dinkes Masih Tunggu Hasil, Varian Omicron Telah Masuk Gunungkidul?
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan virus covid19 varian Omicron belum terdeteksi di Gunungkidul. Namun begitu, indikasi masuknya varian Omicron sendiri telah terdeteksi dari klaster keluarga di Kapanewon Playen maupun Kapanewon Wonosari yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Pihak Dinkes sendiri telah mengirimkan sejumlah sampel dari pasien ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut guna memastikan hal tersebut. Hingga saat ini, hasil lab dari sample tersebut belum dikirimkan ke Dinkes Gunungkidul.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, menyampaikan, hasil pemeriksaan laboratorium, sampel pasien covid19 yang dikirim hingga saat ini belum keluar hasilnya. Pemeriksaan sampel sendiri menggunakan Whole Genom Sequencing (WGS) yang memang memerlukan waktu berhari-hari untuk mengetahui hasilnya. Pihak Dinkes Gunungkidul sendiri masih menunggu hasil penelitian sampel keluar dan belum bisa menyimpulkan apakah varian Omicron telah memasuki Gunungkidul atau tidak.
“Tidak ada, kita menunggu memang. Kita sudah mengirim sampel dan sekarang masih menunggu hasilnya, WGS itu kan butuh waktu ya untuk mengetahui hasilnya,” ucap Dewi, Kamis (20/01/2022).
Berdasarkan data harian covid19, pada Rabu (19/01/2022) di Gunungkidul tidak ada penambahan kasus aktif baru. Sehingga kasus aktif yang masih menjalani perawatan sebanyak 7 orang.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengungkapkan, sebanyak tiga pasien terkonfirmasi saat ini sedang dirawat di RSUD Wonosari. Sedangkan empat pasien lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan keluar. Pihaknya juga terus memantau perkembangan kesehatan masing-masing pasien tersebut.

“Sekarang ada tiga konfirmasi yang dirawat di sini,” ungkapnya.
Berdasar hasil pemantauan yang dilakukan, kondisi pasien yang dirawat mengalami gejala sedang sebanyak dua orang dan satu orang lagi mengalami gejala ringan. Ia menambahkan pihaknya saat ini menyediakan 14 kamar tidur khusus bagi pasien covid19. Namun begitu, untuk kapasitas nantinya kondisional menyesuaikan dengan dinamika kasus covid19 di Gunungkidul.
“Sekarang kita pakai itu 14 unit, tapi kayak dulu kita kan bisa sampai sekitar 80 unit. Tinggal nanti kita lihat kondisinya. Kalau meningkat kita oper ada bangsal yang dialihkan,” jelas Heru.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyampaikan saat ini dirinya belum mendapat laporan adanya varian Omicron yang telah memasuki Gunungkidul. Namun begitu ia berharap agar masyarakat tetap dapat menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid19 sehingga Gunungkidul kembali bisa mencatatkan nol kasus.
“Belum ada laporan, mudah-mudahan cepat selesai,” pungkasnya.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
