fbpx
Connect with us

Sosial

Rencana Pembangunan Taman Safari dan Harapan Warga Bisa Terus Lestarikan Mata Air

Diterbitkan

pada

Panggang, (pidjar.com)–Dalam beberapa tahun terakhir ini, santer terdengar isu akan dibangunnya Taman Safari di Kapanewon Panggang. Adanya isu pembangunan tersebut pun telah menyebar di Gunungkidul, khususnya warga yang berdampingan dengan lokasi rencana pembangunan proyek prestisius ini. Namun dalam perkembangannya, hingga saat ini masih belum ada proggress lebih lanjut.

Adanya rencana pembangunan Taman Safari sendiri mengundang perhatian warga setempat. Sejumlah warga khawatir proyek besar ini akan berimbas pada 2 sumber mata air yang lokasinya berdekatan dengan rencana lokasi pembangunan Taman Safari Gunungkidul.

Salah seorang warga Padukuhan Pacar 2, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Muhidin, menyampaikan, dirinya beserta warga lainnya telah mendengar adanya isu rencana pembangunan Taman Safari di wilayahnya. Lokasi rencana pembangunan Taman Safari sendiri dari informasi yang diterimanya direncanakan berada di bukit sepanjang pinggiran sungai Lemusur yang di sebelah selatannya berbatasan dengan Kalurahan Girisekar. Ia mengungkapkan, tak jauh dari rencana lokasi pembangunan Taman Safari itu, terdapat salah satu sumber mata air yang selama ini digunakan oleh warga.

Berita Lainnya  Belum Ada Penelitian, Masyarakat Diminta Tidak Konsumsi Langsung Air Dari Sumber Anyar

“Di sini ada dua sumber mata air, yang satu di tengah kampung dan satunya lagi di pinggir sungai Lemusur yang berdekatan dengan rencana pembangunan Taman Safari,” ungkapnya, Kamis (20/01/2022).

Sumber mata air tersebut selama ini mengaliri rumah-rumah warga Padukuhan Pacar 2 serta padukuhan di sekitarnya. Menurutnya, adanya sumber mata air di wilayahnya sangat membantu kebutuhan masyarakat setempat. Ketika pada musim kemarau di mana wilayah lainnya sering kesusahan air, dengan adanya sumber mata air warga setempat tak perlu repot-repot membeli air tangki yang harganya dapat mencapai Rp. 150 ribu per tangkinya.

“Ya tentu sangat terbantu dengan adanya sumber mata air itu, kita sebisanya juga menjaga kelestariannya karena memang sangat krusial bagi warga,” imbuh Muhidin.

Adanya isu rencana pembangunan Taman Safari pun dikhawatirkan akan mengganggu kelestariannya sumber mata air tersebut. Meskipun dirinya belum mengetahui pasti bagaimana bentuk dan konsep rencana pembangunan Taman Safari, namun ia berharap jika benar adanya akan dilaksanakan, proyek tersebut tidak sampai merusak alam dan sumber mata air di kampungnya. Pengembang dimohon untuk memperhatikan koservasi alam sehingga ke depan bisa hidup berdampingan dengan alam maupun warga setempat.

Berita Lainnya  Gula Pasir Langka, Pertama Kali Sentuh Angka Rp 16.000 Per Kilogram

“Kalau sosialisasi atau pemberitahuan pasti terkait rencana pembangunan taman safari itu belum ada, tapi sekarang tanah di sepanjang sungai Lemusur itu sudah banyak dibeli dan banyak yang tanya mencari tanah di sini,” terangnya.

Dari informasi yang ia peroleh, isu rencana pembangunan Taman Safari di Padukuhan Pacar akan memakan lahan seluas 50 Hektare. Namun hingga saat ini belum ada sosialisasi ataupun pertemuan warga dengan pihak pengembang terkait kepastian rencana pembangunan taman safari.

Beberapa waktu silam, Plt Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko menuturkan, rekomendasi tata ruang berkaitan dengan pembangunan Taman Safari Panggang ini telah turun. Selanjutnya pemilik modal tersebut telah melanjutkan pada pengurusan izin lainnya agar dokumen perizinan secara keseluruhan dikantongi. Mulai dari pertimbangan teknis di Badan Pertanahan Nasional, izin lokasi hingga kebutuhan Analisis Pengendalian Dampak Lingkungan (AMDAL) di sekitar lokasi.

Berita Lainnya  Desa Bersih Narkoba, Upaya Menekan Peredaran Narkoba Yang Kini Semakin Mengkhawatirkan

“Masih proses pengurusan izin, nanti kalau sudah selesai semua baru fisiknya mulai dibangun,” kata Irawan Jatmiko.

Sebagai gambarannya, Taman Safari di Panggang ini akan mengembangkan konsep yang berbeda jika dibandingkan dengan taman safari lainnya. Sebab selain kebun binatang juga akan memadukan kesenian dan budaya.

Berdasarkan rencana awal, lanjut Irawan, sekitar 50 hektare lahan di kawasan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan Taman Safari ini.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler