Pendidikan
DPRD DIY: Pendidikan Tak Boleh Beratkan Orang Tua Siswa
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY memprihatinkan iuran sumbangan pendidikan untuk siswa baru SMA/SMK yang memberatkan wali murid. Kendati iuran yang dimaksud sudah sesuai dengan Peraturan Kemendikbud Nomor 75 Tahun 2016, namun dewan memberikan catatan. Seyogyanya atas dalih apapun, iuran sumbangan tersebut tidak memberatkan wali murid.
Wakil Ketua Komisi D, DPRD DIY, Suwardi mengatakan, komite yang saat ini menjadi jembatan antara wali murid dengan sekolah seharusnya bisa menjalankan fungsinya dengan baik, terutama dalam hal peningkatan mutu sekolah.
“Kami mendorong Pemda DIY untuk tentukan unit cost SMA dan SMK,” kata Suwardi kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (09/07/2019).
Apabila unit cost masing-masing SMA/SMK sudah ditentukan, maka seluruh kegiatan operasional siswa nantinya dapat tercukupi oleh bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah. Adapun sumber dana bantuan kepada siswa SMA/SMK saat ini berasal dari BOS, APBD, Dana Keistimewaan dan peran corporate social responsibility (CSR). Adapun CSR yang dimaksud Suwardi yakni dari BUMN, BUMD dan perusahaan-perusahaan swasta.
“Sehingga harapannya dengan ini, pendidikan ini tidak memberatkan orangtua siswa,” tandasnya.

Ia menegaskan, citra DIY sebagai daerah berbudaya yang adi luhung bisa ditingkatkan dan diperhatikan melalui pendidikan. Sehingga nantinya pendidikan menjadi investasi sumber daya manusia bagi DIY. Jangan sampai akses pendidikan justru mahal dan memberatkan orang tua siswa. Hal itu nantinya justru akan menghambat kualitas maupun kuantitas pendidikan.
“Terlebih dengan adanya misi Pemda DIY, dalam bidang pendidikan pada tahun 2024 unggul di Asia Tenggara,” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, memasuki tahun ajaran baru, para wali murid khususnya para siswa baru memang harus dipusingkan dengan berbagai masalah. Selain sistem zonasi yang banyak menjadi perhatian, ada pula permasalahan biaya yang harus ditanggung oleh para wali murid. Untuk menyekolahkan anaknya, para orang tua harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
