Pendidikan
Selalu Kekurangan Murid, SMP Negeri Ini Sempat Hanya Miliki 4 Siswa
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sudah sejak beberapa tahun terakhir ini, kuota bangku Sekolah Menengah Pertama lebih banyak dari jumlah lulusan SD. Hal ini tentunya membuat ada cukup banyak sekolah yang harus mengalami kekurangan siswa. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul sendiri mencatat, pada tahun ini terdapat 9.701 siswa SD yang lulus. Sedangkan untuk jumlah kuota kursi SMP adalah sebanyak 13.213 orang.
SMP N 4 Nglipar merupakan salah satu sekolah negeri yang selalu bergelut dengan kekurangan siswa. Sejak empat tahun berdiri, sekolah ini belum pernah sekalipun terpenuhi jumlah kuota yang disediakan. Padahal, pada setiap penerimaan siswa baru, sekolah ini hanya menyediakan satu kelas yang terdiri dari 32 siswa.
Kepala SMPN 4 Nglipar, Tri Haryanto saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com mengaku hanya bisa pasrah dengan persoalan kekurangan siswa yang selalu terjadi di sekolahnya yang dipimpinnya ini. Sejumlah upaya sebenarnya telah dilakukan oleh pihak sekolah untuk menarik minat para siswa agar mendaftar ke SMP N 4 Nglipar. Seperti misalnya dengan menggunakan metode pendekatan langsung kepada siswa SD.
“Saya sudah sosialisasi di SD-SD yang deket sini, sekolahan ini kan termasuk baru, jadinya perlu pengenalan. Tahun lalu bisa dapat 20an siswa,” kata Tri, Senin (13/07/2020).
Namun di tengah pandemi ini, dengan pendaftaran secara online menggunakan sistem 25% prestasi, 20% afirmasi, 5% perpindahan orang tua dan 50% zonasi tak bisa diandalkannya dalam merebut hati para calon siswa. Jika murni menggunakan sistem ini, sekolah yang ia pimpin bahkan hanya mendapatkan empat siswa saja.
“Pendaftaran online sebenarnya saya pantau ada 40 yang mendaftar, tapi mereka menggunakan jalur prestasi semua, dan ada beberapa pilihan, sekolah ini menjadi pilihan terakhir sehingga tersisa empat siswa yang lolos,” paparnya.
Sesuai dengan arahan Dikpora Gunungkidul, bagi sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, ia kemudian membuka pendaftaran secara offline tiga hari setelah pendaftaran online. Beruntung, masih ada delapan calon siswa yang mendaftar.
“Jadi totalnya ada 12 siswa, tentu jauh dari kuota kami yang ada 32 siswa,” imbuh Tri.
Ia mengatakan, jika ditotal, saat ini terdapat 55 siswa yang dibagi menjadi 18 siswa kelas 9, 25 siswa kelas 8 dan 12 siswa kelas 7. Banyak yang terdampak dengan minimnya siswa di SMPN 4 Nglipar ini. Salah satunya pendapatan dari Bantuan Operasional Sekolah.
“Ya satu siswa kan dapat jatah satu juta seratus setiap tahunnya, karena siswanya sedikit pendapatan dari BOS juga sedikit untuk operasional siswa dan gaji Guru Tidak Tetap,” jelas dia.
Padahal di sekolah tersebut hanya ada tiga guru yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara lainnya dari 11 guru yang ada adalah GTT.
“Pengaruhnya ya pemberian honor untuk GTT, minim sekali,” kata Tri.
Pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini, SMPN 4 Nglipar mengumpulkan siswanya. Tidak perlu dishift lantaran jumlah siswa juga sedikit.
“Kami kumpulkan untuk pengenalan satu sama lain dan penjelasan materi menggunakan google meeting,” tukasnya.
Salah seorang siswi kelas 7 SMP N 4 Nglipar, Noviza Salsa mengatakan, cukup bahagia meskipun temannya sedikit. Pada hari pertama MPLS ini ia mengaku diberi pengarahan mengenai tata krama dan sopan santun.
“Ya saya berharap bisa mengikuti pembelajaran dengan lebih maksimal,” tutup gadis berusia 12 tahun ini.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
