fbpx
Connect with us

Pariwisata

Dunia Wisata Lumpuh Selama PSTKM, Kunjungan Hanya Capai 20.000 Wisatawan

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Dunia pariwisata di Gunungkidul bisa dikatakan lumpuh selama pemberlakuan masa Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) ini. Selama 2 minggu terakhir sejak penerapan kebijakan ini, tingkat kunjungan wisatawan anjlok hingga mencapai titik terendah. Dinas Pariwisata Gunungkidul memang saat ini lebih memprioritaskan penyekatan pada pintu masuk menuju lokasi wisata dan menerapkan protokol ketat bagi wisatawan yang akan masuk ke kawasan wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono memaparkan, selama PSTKM berlangsung, jumlah wisatawan yang masuk ke destinasi wisata hanya mencapai 20.583 wisatawan. Namun begitu, wisatawan yang masuk ke Gunungkidul sudah dipastikan dalam kondisi sehat dan telah memiliki surat keterangan bebas covid19 yang dibuktikan setelah melakukan rapid antigen.

“Memang sejak awal pandemi kami fokus pada penerapan protokol kesehatan, jadi memang jumlah kunjungan bukan lagi menjadi priorotas,” kata Harry, Senin (25/01/2021).

Harry menambahkan, petugas di Tempat Pemungutan Retribusi secara ketat melakukan pengecekan kelengkapan surat khususnya bagi wisatawan dari luar DIY. Para wisatawan dari luar DIY yang tak mampu menunjukkan surat negatif dari rapid antigen tak diperbolehkan masuk ke obyek wisata dan diminta untuk putar balik.

“Selama ini sudah ada ratusan kendaraan yang kami halau, paling banyak ya bus-bus rombongan,” ujar dia.

Terpisah, Kapolsek Tepus AKP Mursidiyanto menambahkan, hingga 25 Januari 2021 ini, pihaknya fokus pada penyekatan di pintu masuk lokasi wisata di Kapanewon Tepus.

“Kegiatan penyekatan ini disasarkan pada kendaraan yang berasal dari luar daerah DIY. Kami melakukan pemeriksaan surat keterangan bebas covid dari surat rapid antigen, kalau tidak ada ya kami minta untuk putar balik,” tandasnya.

Sebelumnya, hingga 11 Januari lalu terdapat 106.025 wisatawan yang berkunjung. Adapun jumlah kunjungan wisatawan sendiri bisa dikatakan anjlok.

Sebelumnya, Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto mengaku keberatan jika masa PSTKM ini diperpanjang. Hal ini lantaran omzet para anggota PHRI menurun hingga 90% selama penerapan PSTKM ini.

“Wisatawan yang datang cukup mematuhi prokes, janganlah pakai surat keterangan bebas covid19 melalui rapid antigen, ini sangat memberatkan dan berdampak kepada kami,” papar Sunyoto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler