Politik
Empat Anggota DPD RI Dari DIY Kompak Kembali Nyalon
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kontestasi Pemilu 2019 dengan agenda pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mulai menghangat. Sejumlah calon mulai menampakkan diri dan mendeklarasikan diri untuk terjun dalam pemilihan senator tersebut. Setelah mantan anggota DPR RI, Gandung Pardiman menyatakan akan mencalonkan diri melalui jalur DPD, sejumlah tokoh kondang DIY juga menyatakan hal serupa. Tak tanggung-tanggung, 4 orang anggota DPD yang terpilih dari provinsi DIY yaitu, GKR Hemas, Hadidz Asrom, Afnan Hadikusumo, serta Cholid Mahmud secara kompak menyatakan akan kembali turut dalam pemilihan itu.
Hal ini terungkap dalam reses anggota DPD RI di Desa Wisata Klayar, Padukuhan Klayar, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar pada Rabu (28/02/2018) siang tadi. Seluruh anggota DPD RI dari provinsi DIY hadir dalam kegiatan tersebut minus Cholid Mahmud yang sedang sakit.
GKR Hemas menyatakan, sejauh ini kinerja para anggota DPD RI dari DIY sudah cukup baik. Pihaknya memang cukup sering saling berkomunikasi dan berinteraksi untuk membahas bagaimana caranya untuk melakukan pengawalan terhadap jalannya pemerintahan di DIY. Ratu di Kraton Yogyakarta ini menambahkan, pengawalan semacam ini terus dilakukan agar nantinya program maupun pembangunan pemerintah bisa sepenuhnya berpihak kepada rakyat.
“Kita harapkan pembangunan yang ada ini bisa langsung berdampak atau dirasakan oleh rakyat,” papar GKR Hemas diplomatis saat menjawab permintaan dari warga peserta reses yang berharap ia bisa kembali maju dalam Pemilu 2019 mendatang, Rabu siang.
Sementara itu, M. Afnan Hadikusumo menambahkan, menurutnya empat anggota DPD RI dari DIY merupakan yang paling kompak apabila dibandingkan dengan daerah lainnya. Selama ini seluruh anggota dalam bekerja selalu membagi tugas sesuai dengan ketugasan di bidang masing-masing. Sejauh ini, tanggapan masyarakat DIY terhadap kinerja para wakilnya di DPD RI disebut Afnan cukup positif.
“Kami memang selalu berpihak kepada masyarakat. Sehingga pada Pemilu mendatang, kami akan tetap maju dalam pemilihan DPD,” papar dia.
Meski demikian, Afnan mengaku tetap menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada masyarakat. Dalam dunia politik, sangat sulit untuk diprediksi.
“Yang jelas kami sudah bekerja sama dengan sangat bagus bahkan, saling melengkapi dalam memenuhi harapan masyarakat,” lanjut dia.
Pada kesempatan yang sama, Hafids Asrom mengatakan, kerjasama yang selama ini terjalin dengan baik ini sangat berimbas kepada kekompakan para anggota DPD RI dari DIY. Jika di wilayah lain sebagian banyak yang pecah dan berganti pasangan, hal semacam ini tidak terjadi di DIY.
“Kalau memang diminta untuk melanjutkan, kami siap,” tambah dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
