fbpx
Connect with us

Info Ringan

Enam Pasar Tradisional yang Menjadi Jujugan Belanja Bagi Pelancong

Published

on

Jogja,(Pidjar.com)–Bepergian untuk liburan tentu saja tidak lengkap tanpa berbelanja. Belanja sudah pasti jadi jadwal tak terhindarkan di tiap liburan. Sayangnya, masalah berbelanja saat liburan ini juga selalu itu-itu saja. Budget yang tidak mencukupi, lapar mata, titipan oleh-oleh yang membludak, hingga teman liburan yang konsumtif. Jangan mau kena masalah yang itu-itu saja! Anda bisa kok berbelanja apapun dengan lancar, asal tahu triknya dan mau bersusah-susah sedikit. Salah satunya ke pasar-pasar tradisional di kota tersebut. Saat ini, pasar tidak selalu identik dengan barang murahan, namun murah dengan kualitas tidak mengecewakan. Sebut saja para wisatawan mancanegara. Mereka cenderung berjelajah di pasar tradisional demi berbelanja barang yang sesuai dengan kebutuhan. Barang-barang yang dijual pun beraneka ragam. Tak kalah dengan mal-mal terkenal di Indonesia. Berikut deretan pasar tradisional yang terkenal lengkap bagi pelancong.

Pasar Beringharjo, Yogyakarta

Namanya sudah menyeruak sejak 1925. Tepat saat Belanda masih menjajah Indonesia. Bayangkan, beberapa puluh tahun lalu noni-noni Belanda lalu lalang di los-los, menyatu dengan kerumunan pribumi yang berjualan di pasar. Pasar tradisional di Jl Malioboro ini adalah yang terbesar di Kota Yogya. Nama ‘Beringharjo’ dicanangkan oleh Sultan Hamengku Buwono IX karena kawasan ini dulunya hutan beringin. Sekarang, hiruk pikuk pasar tradisional masih kental terasa di sini. Wisatawan domestik, mancanegara, dan warga lokal berbaur dalam atmosfer tawar-menawar. Wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogya, DI Yogyakarta, tak mungkin melewatkan Pasar Beringharjo. Pasar ini menjual batik, aneka kerajinan serta kuliner khas Yogya. Siapa yang tak kenal gudeg, atau pecel yang diberi remahan peyek kacang. Ada pula jajanan manis seperti gethuk, es cincau, es campur, atau ketan manis yang disiram gula merah dan kelapa parut. Soal batik, Pasar Beringharjo punya semuanya. Kain, baju, celana, kemeja, selimut, sampai tas dan sandal.

Pasar Tanah Abang

Mengunjungi Kota Jakarta tak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Tanah Abang. Tanah Abang ini terletak di Jakarta Pusat. Di sana terdapat pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara. Pasar Tanah Abang ini telah di buka sejak 1735. Pasar ini merupakan pusat perdagangan tekstil utama ke berbagai wilayah di Indonesia dan juga Asia serta dunia. Pasar Tanah Abang merupakan perpaduan antara pasar tradisional dan modern. Artinya bentuk fisik pasar Tanah Abang ini menyerupai bangunan mall, besar, tinggi, luas, namun pasar yang dari stasiun Tanah Abang sudah terlihat ini sebagian besar tata perjualannya masih seperti pasar tradisional. Masih menerapakan tawar menawarkan layaknya pasar. Pasar Tanah Abang terdapat koleksi yang lengkap seperti butik, sepatu, busana muslim, germent, spray kasur, celana jeans, batik, pakaian bayi dan masih banyak lagi. Untuk mendapatkan diskon biasanya kita harus membeli barang-barang diatas dengan jumlah yang relatif banyak. Terdapat enam level yang terdapat pada Pasar Tanah Abang ini. Pada basement Pasar Tanah Abang ini digunakan untuk berjualan sepatu dan sandal. Blok A dan B merupakan blok baru pusat tekstil Tanah Abang. Terdapat 9 lantai yang di dalamnya terdapat banyak pakaian seperti yang disebutkan sebelumnya.

Pasar Atas dan Pasar Lereng, Bukittinggi

Bukittinggi, sebuah kota kecil nan mempesona. Kota kelahiran Bung Hatta ini jadi tujuan utama wisatawan saat mengunjungi Sumatera Barat. Selain wisata alam dan sejarah, para wisatawan juga menjajal pasar-pasar yang menjual aneka barang khas. Pasar Atas adalah tempatnya mencari beragam kain siap jahit. Primadonanya tentu saja kain songket yang terdiri dari 4 jenis. Ada kain songket benang satu, dua, tiga dan empat. Kain songket benang 4 adalah yang paling murah, selembarnya dipatok Rp 600.000. Sedangkan untuk benang satu, dihargai mulai dari Rp 3.000.000! Pasar Atas juga pusatnya aneka cinderamata khas Ranah Minang. Ada gelang, kalung, tas, sandal etnik, hingga gantungan kunci Jam Gadang. Setelah berkeliling Pasar Atas, saatnya turun ke Pasar Lereng. Dinamakan begitu karena kontur pasar yang miring.Pasar Lereng adalah pusatnya kuliner khas Sumbar. Jangan lewatkan karakaliang, dadiah, keripik balado, dan pastinya nasi kapau! Cukup dengan Rp 40.000, nasi kapau lengkap dengan minuman sudah tersedia di meja hidang.

Pasar Klewer, Solo

Kalau Yogya punya Beringharjo, maka Solo punya Pasar Klewer. Inilah pasar batik yang disebut-sebut paling besar se-Indonesia. Dari batik tulis hingga batik cap, dari katun hingga sutera, dari motif Solo hingga Banyumas dan Pekalongan, semua ada di sini. Tinggal datang ke pusat Kota Solo, wisatawan bisa langsung menyambangi Pasar Klewer. Selain batik, pasar ini juga berkembang dengan kehadiran produk tekstil lain. Ada sprei, taplak, daster, juga aneka kerajinan kain yang cantik. Tapi selain itu, Pasar Klewer juga menyuguhkan aneka kuliner khas Solo dan Jawa Tengah. Mulai dari tengkleng, pecel pincuk, gempol pleret, mendut, bubur saren, dan es dawet yang sangat khas. Dawet atau cendolnya terbuat dari tepung beras yang ditambah potongan nangka, bubur ketan hitam, bubur sumsum, dan sebungkus tape nasi warna hijau.

Pasar Sukawati Bali

Pasar Seni Sukawati sudah ada sejak lama namun baru di era tahun 80an. Pasar ini menjual dan memasarkan produk kerajinan tangan yang menjadi ciri khas Bali. Sampai saat ini Pasar Seni Sukawati masih menjadi salah satu pilihan yang menarik sebagai objek wisata belanja yang ada di Bali. Di Pasar Seni Sukawati terdapat berbagai bentuk karya seni, kerajinan tangan unik dan menarik yang dijual dan dipasarkan seperti lukisan, baju Barong, sarung atau kain pantai, patung patung, tas, dompet, payung, sandal, bed cover, kalung dan berbagai bentuk kerajinan tangan lainnya. Sebaiknya bila anda mau berbelanja di Pasar Seni Sukawati di pagi hari karena pedagang disana menganggap dan percaya bila orang pertama datang dan membeli barang dagangan mereka diangggap awal yang baik mendapatkan penglaris dan akan mempermudah jualan mereka di siang hari, biasanya pembeli pertama bisa mendapatkan harga relatif lebih murah. Di Pasar Seni Sukawati ini juga berlaku tawar menawar dalam transaksi jual beli seperti halnya pasar seni atau pasar tradisional lainnya. Dalam hal ini kita tidak pernah tahu berapa harga yang pasti karena setiap pembeli mendapatkan harga yang berbeda.

Pasar Baru Bandung

Pasar Baru Bandung adalah primadona wisata belanja pakaian orang dari luar Bandung. Bahkan wisatawan dari Malaysia dan Singapura kerapkali mondar-mandir cari pakaian di Pasar Baru Bandung. Letaknya yang strategis ada di pusat kota menjadi incaran para pelancong. Apalagi dengan harga yang murah meriah. Adapun barang yang dijual di Pasar Baru Bandung mayoritas produk fashion, mulai dari baju umum, baju anak, baju muslim, mukena, kerudung, sepatu, sandal, batik dan sebagainya. Pasar Baru terdiri dari 8 lantai, namun jika anda membawa mobil dan berangkat agak siang, pasti bisanya dapat parkir di lantai 8 alias paling puncak, karena memang sudah penuh sesak. Di lantai 8 atau lantai paling atas kita bisa lihat kota Bandung dari segala penjuru. Berikutnya, lantai akan terbagi menjadi 8, lantai 7 ada food court dan mainan anak. Lantai-lantai bawah berjubel aneka dagangan produk fashion, yang mayoritas produk orang Bandung. Maklum, Bandung adalah ibukota fashion dan kaos oblong Indonesia, jadi semua produk fashion tumplek blek ada disini. Selain produk fasion, di lantai dasar dibagian luar bisa juga cari oleh-oleh khas Bandung seperti keripik, peyeum, dodol, basreng, sale pisang, wajik Cililin dan banyak lagi oleh-oleh khas Bandung. Pokoknya dijamin puas lapar mata dan perut.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler