Pemerintahan
Era Revolusi Industri 4.0, Peran BLK Dinilai Tak Maksimal Dalam Pelatihan Berbasis Teknologi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengenjot pelatihan industri berbasis teknologi. Keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) saat ini dinilai belum cukup untuk menyiapkan usia kerja menghadapi era revolusi industri 4.0. Saat ini, era industri berbasis teknologi memang sangat penting bagi keberlangsungan usaha agar dapat bersaing secara maksimal.
Ketua Komisi D, DPRD Gunungkidul Herry Kriswanto menyebut sampai dengan saat ini Pemkab belum memiliki program khusus untuk menghadapi era indrustrialisasi berbasis teknologi. Sehingga dikhawatirkan, tanpa penguasaan teknologi semacam ini, nantinya masyarakat di usia kerja akan kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan.
“Kalau hanya lewat BLK saja kami kira masih kurang. Pemkab harus punya program khusus untuk menghadapi era saat ini,” ujar Herry, Senin (21/01/2019).
Program khusus tersebut, menurut Herry merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sebab jika selain kesulitan mendapat pekerjaan, para usia kerja menjadi gagap dalam menghadapi era industrialisasi.
“Jangan sampai masyarakat yang masuk usia kerja kaget dalam menghadapi ini. Jangan-jangan mereka nanti bertanya tanya, ada to yang seperti ini. Mengingat perkembangan teknologi di bidang industri sangat luar biasa,” ucapnya.
Dalam hal ini, pihaknya telah melakukan rapat dengan Organisasi Perangkat Derah (OPD) untuk membahas pelatihan-pelatihan kerja. Hasilnya cukup mengecawakan lantaran Pemkab sampai dengan saat ini masih belum melangkah ke arah pelatihan khusus menghadapi industrialisasi.
Terpisah, hal yang berbeda diutarakan Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, Munawar. Ia menganggap keberadaan BLK masih cukup mengakomodir masyarakat yang ingin mengembangkan keahlian masing-masing.
“Saat ni BLK sudah cukup memadahi peran mereka juga dalam mengasah skill para pencari kerja juga sudah baik,” ucapnya.
Saat disinggung terkait dengan pemanfaatan teknologi, ia mengatakan paling tidak sumber daya manusia juga harus mumpuni atau minimal mengerti sedikit pengoperasionalannya. Revolusi industri 4.0 tentunya juga sangat berpengaruh dalam ketersediaan lowongan pekerjaan.
Sehingga saat ini benar-benar dioptimalkan dalam penyerapan dan penyaluran tenaga kerja. Sebenarnya di tingkat lokal saja banyak lowongan pekerjaan yang tersedia. Namun tidak dipungkiri jika minat untuk bekerja di luar negeri dan bersaing dengan tenaga kerja luar negeri juga semakin meningkat.
“Mereka biasanya ingin mengasah kemampuan sembari mempelajari dunia kerja di luar negeri, jika telah berpengalaman di sana paling tidak jika kembali ke sini dapat bersaing dengan mereka yang memiliki kedudukan,” tambah dia.
Adapun jumlah tenaga kerja yang dikirim ke pabrik-pabrik besar di luar negeri setiap tahunnya terus ada peningkatan. Mulai dari yang semula hanya belasan orang, kemudian puluhan orang, dan tahun 2018 lalu terdapat 120 orang.
“Tentu terdapat berbagai motivasi pendorong masyarakat kerja diluar negeri, satu diantaranya yakni sebagai bekal mempersiapkan diri dengan persaingan yang lebih ketat,” tutupnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial7 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
