fbpx
Connect with us

Politik

Gejolak-gejolak Berhasil Diredam, Pemkab Pastikan Tahapan Pilkades Berjalan Sesuai Jadwal

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Di beberapa daerah, prosesi tahapan pemilihan kepala desa serentak di Gunungkidul yang telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu memang terdapat sejumlah gejolak. Namun begitu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan segala permasalahan yang muncul tersebut telah berhasil diselesaikan. Pilkades akan dilaksanakan serentak di 56 desa sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farkhan memaparkan, beberapa gejolak yang terjadi selama tahapan pelaksaan pilkades sampai dengan saat ini telah diselesaikan oleh panitia pengisian kepala desa. Untuk itu, pihaknya menjamin Pilkades serentak tetap akan dilaksanakan pada November 2019 mendatang.

“Beberapa hal yang menjadi masalah telah diselesaikan oleh desa didukung tim pengawas kecamatan. Sampai saat ini tidak ada permasalahan. Kami pastikan, semua desa (56 desa) yang terjadwal mengikuti Pilkades akan melaksanakan pemilihan secara serentak dan tidak ada yang diundur,” kata Farkhan, Senin (28/10/2019).

Ia mengatakan, saat ini tahapan Pilkades di desa-desa telah sampai pada pembentukan KPPS. Selain itu, proses pencetakan surat suara juga sudah dimulai oleh setiap panitia.

Berita Lainnya  PPK dan PPS Tak Netral, Panwaslu Siap Seret ke Ranah Pidana

“Kalau untuk surat suara yang mencetak masing-masing panitia pengisian kepala desa di tingkat desa,” ujar dia.

Dijelaskannya, nantinya proses selanjutnya akan diteruskan dengan kampanye serentak. Kampanye sendiri dilakukan selama tiga hari sesuai jadwal yang ditentukan.

“Kampanye dijadwalkan pada 17 sampai 19 November 2019. Untuk aturannya diatur dalam Perbub dan Perda,” katanya.

Dalam pilkades serentak ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 3,1 miliar. Nantinya dana tersebut akan dibagi kepada masing-masing desa yang menggelar Pilkades. Jumlahnya pun tidak sama yakni berkisar Rp 30-90 juta per desa.

Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sudjoko menyatakan, saat ini semua desa telah membentuk panitia untuk pilkades. Pun demikian dengan tata tertip dan RAB.

“Semua desa sudah selesai, saya kira untuk persiapan saat ini semua sudah siap,” ujar Sudjoko.

Ia menambahkan, untuk anggaran pilkades serentak sendiri, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar. Nantinya desa akan diberikan dana tersebut untuk keperluan Pilkades.

Berita Lainnya  Tak Ada Warga Yang Terjangkit, Gunungkidul Telah Bebas Dari Penyakit Malaria

“Paling sedikit sekitar Rp 30 juta dan paling banyak Rp 90 juta. Untuk mana-mananya belum bisa saya sampaikan,” paparnya.

Perbedaan dana sendiri menurut Sudjoko dikarenakan adanya perbedaan jumlah pemilih. Jika calon semkin banyak maka jumlahnya akan semakin banyak.

“Perbedaannya jumlah DPT dan TPS nya. Untuk data kita koordinasi dengan Dukcapil dan KPU,” terang Joko.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler