fbpx
Connect with us

Politik

Gelar Aksi di Bawaslu DIY, Aktivis JCW Soroti Video Viral Wajan dan Telur

Published

on

Yogyakarta,(pidjar.com)–Beredarnya video tumpukan telur dan wajan berstiker paslon nomor urut 3 menjadi perhatian banyak kalangan. Salah satunya adalah Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) yang menggelar aksi independen dengan gaya nyentrik penuh sathir di Bawaslu DIY, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu (08/12/2020). Aksi tersebut dimaksudkan agar Bawaslu menindak tegas praktik politik uang dan kegiatan lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pilkada.

Beberapa hari ini, JCW mendapat kiriman video yang berkaitan dengan tumpukan wajan dan telur yang diduga akan dibagikan pada masa tenang menjelang pencoblosan.

Kepada pidjar.com Baharuddin Kamba mengatakan, aksi membawa wajan, telur dan sembako dianggapnya sebagai simbol agar bawaslu tegas dan lebih serius untuk melakukan penindakan terhadap politik uang maupun praktik politik culas lainnya.

“Saya sempat lihat ada video tumpukan telur dan wajan yang viral lengkap dengan foto paslon,” papar Baharuddin Kamba.

Pihaknya prihatin dengan pola para Paslon untuk mendapatkan hati masyarakat. Tentu saja hal tersebut tidak mendidik.

“Ini tinggal masyarakat yang menilai, mari kita sama-sama awasi, ini H-1 Pilkada, tolong jika ada pelanggaran segera laporkan ke Bawaslu,” pinta dia.

Ia mengatakan, di tahun 2020 ini, sudah saatnya masyarakat melek politik. Ia menekankan, masyarakat jangan sampai memilih paslon yang membagi-bagikan uang. Dirinya mendukung penuh Bawaslu agar lebih aktif melakukan pengawasan dan lebih tegas dalam penindakan.

“Saya di belakang Bawaslu dalam menegakkan aturan pemilu. Saya harap unsur gakkumdu lainnya seperti kejaksaan dan kepolisian juga mengawal kontestasi Pilkada ini,” tambahnya.

Menurutnya paslin yang melaluka politik uang merupakan perilaku koruptif dan akan melahirkan kepala daerah yang korup. Selain menyoroti adanya praktik bagi-bagi wajan dan telur itu, aktivis JCW juga menyoroti bagi-bagi uang yang memanfaatkan bansos dari Kemensos untuk nafsu kepentingan politik sesaat.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler