fbpx
Connect with us

Peristiwa

Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Gunungkidul, 5 Kapal Nelayan Rusak

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Gelombang tinggi menerjang kawasan pantai selatan Gunungkidul. Berdasarkan laporan awal, sedikitnya ada 5 kapal milik nelayan di Pantai Baron yang mengalami kerusakan. Adanya gelombang tinggi ini mengakibatkan aktivitas melaut para nelayan terpaksa dihentikan. Pun demikian dengan aktifitas pariwisata yang cukup terganggu dengan datangnya gelombang pasang ini. Diperkirakan, gelombang pasang ini akan terjadi hingga 5 hari ke depan.

Adapun salah satu kawasan yang paling terdampak dengan gelombang tinggi ini adalah Pantai Baron. Terpantau terjadi sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi, gelombang mulai meninggi. Bahkan, ombak juga sempat menyapu kawasan yang dipergunakan untuk memarkir kapal-kapal nelayan. Derasnya gelombang yang datang sempat menyeret kapal-kapal nelayan tersebut. Tak ayal, Rabu pagi tadi, para nelayan yang mengetahui kondisi ini kemudian kalang kabut dan berusaha menyelamatkan kapal-kapal mereka.

Meski cukup berbahaya lantaran gelombang yang datang cukup deras, para nelayan ini tetap nekat menerjang ombak untuk menyelamatkan kapalnya. Untuk mengatisipasi hal-hal yamg tidak diinginkan, mereka mengikatkan tali di tubuh mereka yang dikaitkan dengan benda di tepi pesisir.

“Ada laporan 5 kapal mengalami kerusakan karena hantaman gelombang. Mayoritas kerusakan terjadi di bagian sayap kapal,” ucap Surisdiyanto, Sekretaris SAR Wilayah II, Rabu siang.

Menurut Surisdiyanto, gelombang tinggi yang terjadi Rabu pagi ini mencapai 9 feet atau hampir 4 meter. Menurut Surisdiyanto, gelombang tinggi ini terjadi di seluruh pantai di Gunungkidul meski dampaknya cukup berbeda-beda di setiap kawasan. Berdasarkan laporan awal yang diterima pihaknya, dampak paling parah memang terjadi di kawasan Pantai Baron.

Atas situasi yang kurang kondusif ini, pihaknya menghimbau agar para nelayan untuk sementara menghentikan aktifitasnya. Imbauan juga diberikan kepada wisatawan untuk tidak bermain air terlebih dahulu.

“Nelayan saat ini telah berhenti melaut. Untuk kapal mereka sudah dipindahkan. Untuk wisatawan hari ini tidak ada zona yang aman,” imbuh dia.

Sementara itu, Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Indah Retno memaparkan, penyebab utama gelombang tinggi adalah adanya perbedaan tekanan udara antara belahan bumi bagian selatan atau Samudera Hindia (1028 HPa) dengan tekanan udara di belahan bumi bagian utara. Hal ini memicu munculnya badai Yaas dengan tekanan 982 Hpa di Teluk Benggala.

Dengan kondisi ini, kemudian menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan. Sehingga terjadi peningkatan gelombang di perairan Sumatera, Jawa, Bali, termasuk di Kabupaten Gunungkidul.

“Hari ini gelombang naik sampai setinggi 4 sampai 5 meter. Kondisi ini kami perkirakan terjadi 5 hari ke depan dengan gelombang air laut masih 3 sampai 5 meter,” papar dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler