fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sebulan Menghilang Dari Rumah, Warga Bantul Ditemukan Membusuk di Ladang Girijati

Diterbitkan

pada

BDG

Purwosari,(pidjar.com)– Sosok mayat laki-laki ditemukan di Alas Ngampar atau Sintok, Padukuhan Parangrejo, Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari dalam kondisi sudah membusuk, Sabtu (21/10/2023) sore. Setelah dilakukan identifikasi, mayat tersebut diduga kuat merupakan Ngajiyo (59) warga Badan, Pajangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul.

Kasi Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suranto membenarkan adanya penemuan mayat di wilayah Purwosari. Bermula ketika Jumali (60) warga Parangrejo yang hendak mencari rumput di Alas Ngampar atau Sintok, namun di tengah perjalanan ia mencium bau busuk yang menyengat dan mengganggu penciumannya.

Ia kemudian berusaha mencari sumber bau tersebut, beruntung di alas tersebut terdapat benerapa earga sehingga kemudian dilakukan pencarian bersamsama. Semak-semak di sekitaran alas kemudian dilakukan pengecekan, ternyata memang ditemukan sosok mayat sudah dalam kondisi membusuk.

Berita Lainnya  Avanza Terbakar di Tanjakan Blondo, Pemilik Merugi Rp 90 Juta

Mereka kemudian melaporkan kejadian ini ke tokoh masyarakat, petugas kepolisian dan tim SAR di wilayah Parangtritis. Mayat tersebut sudah dalam kondisi membusuk sebab beberapa anggota tubuhnya sudah tidak utuh lagi.

“Dievakuasi oleh tim SAR Parangtritis. Petugas kemudian berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk memastikan ada tidaknya warga yang kehilangan anggota keluarga sejak beberapa waktu terakhir,” papar Iptu Suranto saat dikonfirmasi.

Sosok mayat ini memang sudah membusuk dan berdasarkan ciri-ciri yang ada sudah meninggal kurang lebih 2 minggu lamanya. Adapun hasil pemeriksaan medis yaitu, telapak tangan kiri sudah tidak ada, tangan kanan tinggal tulang, gigi taring kiri atas ompong, dan beberapa bagian yang sudah tidak utuh lagi.

Berita Lainnya  Kurun Waktu 3 Jam, Gunungkidul Diguncang Belasan Kali Gempa Kecil

“Diperkirakan 2 minggu sampai 20 hari meninggalnya. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” paparnya.

“Tidak dilakukan tes sidik jari dan mata karena sidik jari sudah rusak begitu pula dengan mata korban,” imbuhnya.

Hasil koordinasi mayat tersebut diduga kuat adalah Ngajiyo yang menurut pihak keluarga pergi dari rumah sudah 1 bulan lamanya. Lansia ini memiliki riwayat diabetes, step, dan depresi. Berdasarkan ciri-ciri pakaian yang digunakan dan beberapa hal lainnya keluarga meyakini jika mayat tersebut adalah Ngajiyo.

“Setelah identifikasi dan penanganan lainnya selesai dilakukan, jenazah kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler