fbpx
Connect with us

Peristiwa

Hendak Bangunkan Sahur, Sumilah Temukan Ibunya Tewas Gantung Diri

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Karbinah (81) warga Wunung (03/02), Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali tampar yang disangkutkan di blandar rumahnya sendiri Jumat (16/04/2021) dini hari. Peristiwa ini merupakan yang ke-16 hingga pertengahan April, menambah rentetan panjang Pekerjaan Rumah Pemkab Gunungkidul dalam meretaskan permasalahan sosial gantung diri.

Kapolsek Wonosari, Kompol Mugiman melalui Kanit Reskrim Iptu Sofyan Susanto mengatakan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Sumilah (48) sekitar pukul 03.30 WIB. Kala itu, ia hendak membangunkan ibunya untuk makan sahur.

Namun nahas, saat membuka pintu dapur, ia justru mendapati ibunya sudah tergantung di blandar setinggi lebih dari dua meter. Ia pun panik dan pergi bergegas mencari suaminya.

Berita Lainnya  Depresi Tak Kunjung Menikah Diduga Jadi Motif Warga Semanu Gantung Diri

Tak selang lama, kejadian itu pun memancing tetangga berdatangan. Sehingga informasi bunuh diri itu dilaporkan ke Mapolsek Wonosari.

“Setelah mendapatkan informasi, kami langsung mendatangi tempat kejadian bersama petugas medis,” ucap Sofyan Jumat pagi.

Dari pemeriksaan petugas medis dari UPT Puskesmas Wonosari I tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Dari tanda yang ada korban dipastikan meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Kondisi badan sudah kaku, kemungkinan meninggalnya sudah beberapa jam,” kata dia.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari keluarga koeban, Karbinah belakangan ini sering mengeluhkan pusing. Diduga kuat karena sakit tersebut janda lansia itu nekat bunuh diri.

“Dua pekan terakhir korban sering mengeluh saki di bagian kepala, pusing. Kemungkinan nekat gantung diri karena keluhan itu,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler