Sosial
Geramnya Sumiyati Tanahnya Dipasang Plakat Lelang Meski Tak Pernah Merasa Punya Hutang
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Malu, kaget bercampur marah, itulah yang dirasakan Sumiyati (45) warga Padukuhan Kalidadap, Desa Gari, Kecamatan Wonosari beberapa waktu terakhir ini. Bahkan Sumiyati berpotensi juga kehilangan pembeli untuk tanah miliknya yang akan ia jual. Pasalnya saat mengantarkan pembeli yang hendak membeli sebidang tanahnya yang berada di Padukuhan Ngijorejo, Desa Gari, di atas lahan miliknya terpampang plakat yang menunjukkan bahwa lahannya tersebut tengah dalam proses jual-lelang oleh PT PNM (Persero) Cabang Yogyakarta. Hal tersebut tentunya sangat mengagetkan Sumiyati.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sumiyati mengaku tidak memiliki hutang serupiah pun kepada PNM Ulamm. Bahkan selembar sertifikat tanah seluas 1.358 M2 miliknya tersebut masih utuh berada di tangannya. Praktis akibat adanya plakat tersebut, calon pembeli yang sebelumnya tertarik untuk membeli tanahnya langsung mundur lantaran dianggap bermasalah dengan kalangan perbankan.
“Pemasangan plakat akrilik tanpa izin ini jelas merugikan martabat, dan mencemarkan nama baik saya. Bagaimana nggak malu, orang se Padukuhan Ngijo dan Kalidadap menduga saya orang bundet dan ngemplang hutang di PNM Ulamm Wonosari,” keluh Sumiyati jengkel, ketika ditemui usai memprotes ke kantor PNM Ulamm Wonosari, Rabu (22/05/2019) siang.
Lebih lanjut Sumiyati menceritakan, asal usul tanah miliknya tersebut adalah warisan dari orang tuanya. Sebidang tanah yang awalnya cukup lebar dipecah menjadi 3 sertifikat untuk Sumiyati dan dua saudaranya. Luas masing-masing bidang sama, hanya saja bentuknya tidak persegi seperti milik Sumiyati.
“Nah yang memiliki hutang di PNM Ulamm itu adik ipar saya. Mestinya yang dipasang plakat/plang yaa dilahan milik adik saya tersebut, bukan milik saya,” tandas dia.

Lantaran merasa dirugikan, Sumiyati menunggu itikad baik dari PNM Ulamm Wonosari untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sementara di sisi lain, adik iparnya sudah mengakui memiliki hutang senilai Rp 30 juta ke PNM Ulamm sejak 06 Maret 2018. Setiap bulan Heri dan istrinya harus mengangsur sebanyak Rp 1,3 juta selama 36 bulan.

“Saya mengakui memang ada tunggakan 4 angsuran, dan hingga saat ini saya pun masih sanggup mengangsur. Jadi saya menyayangkan apa yang dilakukan PNM Ulamm melakukan pengeplangan plakat diatas tanah milik kakak saya itu jelas salah sasaran. Intinya tidak sesuai dengan batas-batas lahan yang kita tunjukkan dahulu,” terang adik ipar Sumiyati, Heri.
Membela kakaknya, Heri menyebut apa yang dilakukan manajemen PNM Ulamm dinilai Heri kurang professional. Alasannya saat pemasangan plakat Dijual-Lelang itu tidak memberi tahu apalagi melibatkan dirinya sebagai debitur. Di sisi lain PNM Ulamm juga tidak melibatkan aparat dusun/desa yang mengetahui perihal titik tanah itu milik siapa. Padahal letak lahan milik Tri Yuliati dan Sumiyati saling berdekatan. Tetapi dari sisi bentuk, milik Sumiyati jelas lebih bagus dibandingkan lahan milik Tri Yuliati, istri Heri.
“Yang saya tunjukkan dulu untuk agunan itu ya diatas tanah milik istri, bukan milik kakak saya. Dan kamipun baru tahu kalau tanah itu dipasang plakat dijual juga karena menerima komplain dari Mbak Sumiyati,” katanya.
Secara tersirat, Dedi Kusuma Andrianto dari PNM Ulamm Cabang Yogyakarta mengakui adanya kesalahan yang dilakukan dalam pemasangan plakat pengeplangan dijual-lelang di atas lahan milik Sumiyati. Untuk itu pihaknya siap memfasilitasi pertemuan dengan calon buyer yang siap membeli lahan milik Sumiyati.
“Intinya saya siap jika Bu Sumiyati ketemuan kembali dengan calon pembeli. Di sana akan saya jelaskan tentang status tanah itu sebenarnya. Jadi mumpung pembelinya belum membeli lahan di tempat lain, silahkan kami dihubungi kemudian musyawarah kembali biar jual belinya bisa terlaksana. Pasti saya bantu,” tegas Dedi.
Namun di sisi lain, Susi Utami, Pimpinan Unit PNM Ulamm Wonosari membantah adanya kesalahan dalam pemasangan plakat pengeplangan lahan dijual-lelang tersebut. Masalahnya sebelum adanya akad transaksi kredit, pihak PNM Ulamm Unit Wonosari terlebih dahulu telah melakukan survey lapangan bahkan dipotret titik-titik tanda batas lahan sesuai dengan yang ditunjukkan debitur.
“Saat ditunjukkkan dahulu ya disitu lahannya seperti yang ditunjukkan Heri dan Tri Yuliati. Sudah berulangkali pula kami memperingatkan debitur agar tidak lalai dalam mengangsur. Sebab jika lalai dalam mengangsur, maka akan ada tindak lanjut dari PNM Ulamm Cabang. Nah urusan ngeplang atau pasang plakat itu sudah ranahnya PNM Cabang,” terang Susi Utami seraya berharap permasalahan salah pasang plakat Dijual-Lelang diatas lahan milik Sumiyati itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized1 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Peristiwa4 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa4 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa1 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa2 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
