fbpx
Connect with us

Uncategorized

Gunakan VLF, PDAM Tirta Handayani Petakan Tiga Titik Sumber Air

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Handayani rencananya akan memanfaatkan sumber daya alam untk meningkatkan produksi air guna mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, untuk mencari sumber air potensial di sejumlah wilayah Gunungkidul, PDAM berencana menggunakan metode Analisa Sistem Informasi Geografis dan Very Low Frequency (VLF).

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharto mengatakan, alat ini dapat mendeteksi keberadaan air dari atas tanah dengan kedalaman 600 meter dengan jangkauan 1,5 kilometer. VLF juga sangat cocok untuk mencari sumber air pada karakter gunung karst.

Sebelum alat ini didatangkan, pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi. Seperti misalnya di area persawahan Tanjungsari, Saptosari dan Tepus.

“Metode yang kami gunakan untuk mencari sumber air ini juga menggunakan pendekatan kepada masyarakat setempat. Biasanya sumber mata air ini ditandai dengan adanya luweng,” papar Toto, Rabu (24/02/2021).

Toto menambahkan, dari tiga lokasi yang nantinya akan dicek telah terlihat tanda-tanda adanya air. Tanda-tanda tersebut yakni adanya rongga atau lubang yang mengeluarkan hembusan angin.

“Bahkan jika menyalakan api dengan korek, api tersebut akan padam. Jadi indikasi ada aliran air ada pada hembusan angin,” imbuh Toto.

Toto menjelaskan, pihaknya pada tahun 2021 ini menargetkan tiga titik sumber air di Gunungkidul. Setelah tiga titik sumber air ditekukan, pihaknya akan melakukan kajian pemetaan aliran sungai.

“Untuk pengerjaannya ketiga sumber ini nanti tergantung dana turun kapan, yang jelas harapan kami bisa mengaliri warga Saptosari, Tanjungsari dan Tepus,” pungkas Toto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler