Uncategorized
Tak Semua Pekerja di Gunungkidul Dilindungi Jamsostek
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Munculnya usaha baik skala sedang hingga besar harus diimbangi dengan kesejahteraan pekerja yang sepadan pula. Salah satunya yakni para pekerja yang diikutsertakan dalan jaminan sosial, sehingga nantinya jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan sejumlah kemudahan dalam pembiayaan atau santunan dapat lebih ringan. Di Gunungkidul sendiri, meski pekerja yang diserap banyak namun demikian belum semua usaha mengikutsertakan pekerja mereka pada Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Hal itu diakui oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Ahsan Jihadan. Berdasarkan pemantauan dan prmetaan yang dilakukan oleh pemerintah memang belum semua perusahaan yang ada ikut dalam jaminan sosial tersebut.
“Belum semua ikut dalam jaminan sosial ini. Namun demikian, dari pemerintah tetap melakukan pendekatan ke perusahaan agar mengikutsertakan pekerja mereka ke jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Ahsan Jihadan, Selasa (23/02/2021).
Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja memiliki upaya untuk pembinaan terhadap perusahaan yang berdiri di wilayah Gunungkidul. Kemudian upaya pengawasan dilakukan oleh Disnaker DIY.
“Kita juga adakan kerjasama dengan BPJS Tenaga Kerja terkait hal itu,” tambah dia.

Belum diikutsertakannya pekerja dalam BPJS Tenaga Kerja menurut dia tertapa berbagai faktor yang mempengaruhi. Terlebih juga mendasar pada kemampuan masing-masing perusahaan.
Sementara itu Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) Gunungkidul, Dhian Novita mengatakan, pihaknya sendiri terus mendorong perusahaan di Gunungkidul untuk melakukan pemenuhan kewajiban perusahaan pada jaminan sosial. Perlu adanya dorongan yang serius agar para pengusaha memberikan jaminan ini.
Pasalnya memang untuk jaminan sosial ini tergolong penting, sebagai bentuk keperdulian perusahaan bagi karyawan mereka. Di Gunungkidul sendiri belum 100 persen perusahaan yang ada mendaftarkan kpekerja mereka ke jaminan sosial ini.
“Data di kami (BP Jamsostek) per hari ini ada 24.982 pekerja yang terdaftar dalam jaminan sosial bagi pekerja,” ucap Dhian.
Menurutnya, mereka yang terdaftar gadalah pekerja penerima upah (PU), pekerja bukan penerima upah (BPU), dan pekerja jasa konstruksi. Adapun untuk yang belum terdaftar dalam jaminan tersebut jumlahnya juga masih banyak.
“Mereka uang belum itu datanya susah dicari. Terutama untuk pekerja sektor informal,” imbuh dia.
Dengan adanya kerjasama dengan pemerintah terkait jaminan sosial tenaga kerja ini diharapkan kedepan jumlah pesertanya semakin meningkat. Sehingga jika terjadi sesuatu hal saat melakukan pekerjaan akan ada perhatian khusus dan klaim dari BP Jamsostek.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
