Uncategorized
Gunungkidul Salurkan 1.000 Sambungan PDAM Bersubsidi, Ini Rinciannya
Wonosari, (pidjar.com)-Sebanyak 1.000 rumah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendapat sambungan rumah (SR) bersubsidi dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani pada 2026. Program tersebut tersebar di empat wilayah cabang.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Sulistyo Aribowo mengatakan alokasi terbesar berada di wilayah Cabang Bribin dengan 396 SR. Berikutnya Cabang Baron mendapat 362 SR.
“Kuota 1.000 SR bersubsidi telah dialokasikan ke empat wilayah cabang,” kata Sulistyo, Selasa (15/9/2026).
Sementara itu, alokasi untuk Cabang Seropan sebanyak 22 SR dan Cabang Wonosari sebanyak 20 SR.
Dengan demikian, berdasarkan rincian tersebut, baru terdapat 800 SR yang disebutkan dalam empat cabang. Artinya, masih ada 200 SR dari total kuota 1.000 sambungan yang belum terjelaskan dalam rincian yang disampaikan.
Program subsidi sambungan rumah ini merupakan salah satu upaya Pemkab Gunungkidul bersama PDAM Tirta Handayani untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, terutama menghadapi persoalan kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan program subsidi tersebut sementara diprioritaskan untuk wilayah yang dekat dengan sumber air dan jaringan utama Bribin serta Seropan.
“Justru wilayah yang dekat dengan sumber airnya dan jaringannya yang kita prioritaskan untuk mengurangi problem air di musim kemarau,” kata Endah.
Selain program 1.000 SR bersubsidi, Pemkab Gunungkidul juga menyiapkan pembangunan jaringan perpipaan baru. Salah satunya berada di Dusun Sindon, Kalurahan Dadapayu, yang dijadwalkan mulai dibangun pada Oktober 2026.
Endah mengatakan pembangunan jaringan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 5-6 miliar. Proyek itu merupakan kerja sama Pemkab Gunungkidul dengan instansi terkait dari tingkat daerah hingga pusat.
“Akan ada pembangunan sambungan air lagi yang anggarannya sekitar lima sampai enam miliar, dan mudah-mudahan bisa sedikit demi sedikit mengurangi problem kemarau panjang dan problem air di kabupaten,” ujarnya.
Untuk program 1.000 SR bersubsidi, PDAM Tirta Handayani memanfaatkan sisa dana penyertaan modal pemerintah (PMP) tahun 2025 sebesar Rp 1 miliar.
Selain sambungan bersubsidi, PDAM juga memberikan delapan sambungan rumah secara gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Gunungkidul dan PDAM Tirta Handayani memperluas akses air perpipaan sekaligus mengurangi persoalan air bersih yang muncul saat musim kemarau.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
