Uncategorized
Damkar Ungkap Penyebab 26 Kandang Ternak Terbakar di Gunungkidul: Api Ditinggal
Wonosari, (pidjar.com)-Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul mengungkap pola kebakaran kandang ternak yang terjadi sepanjang 2026. Dari 26 kejadian kebakaran kandang, hampir seluruhnya dipicu kelalaian.
Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Damkarmat Gunungkidul Ngadiyono mengatakan salah satu kelalaian yang kerap menjadi pemicu kebakaran adalah peternak meninggalkan perapian yang digunakan untuk menghangatkan hewan.
“Perapian untuk menghangatkan hewan peliharaan kemudian ditinggalkan. Di dekatnya terdapat material yang kering dan mudah terbakar sehingga api dengan cepat menjalar,” kata Ngadiyono.
Ngadiyono mengatakan kondisi tersebut menjadi semakin berisiko saat musim kemarau. Material di sekitar kandang yang dalam kondisi kering membuat api lebih mudah menyambar dan meluas.
Berdasarkan catatan Damkarmat Gunungkidul, terdapat 146 kejadian kebakaran sepanjang 2026 hingga September. Kasus terbanyak merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan 76 kejadian.

Sementara itu, kebakaran kandang ternak menjadi kasus terbanyak kedua dengan 26 kejadian. Sisanya merupakan berbagai jenis kebakaran lainnya.
Damkarmat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak meninggalkan sumber api, termasuk perapian yang digunakan untuk menghangatkan ternak.
Imbauan tersebut juga telah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor B/300.2.1/60/2026 tentang Imbauan Musim Kemarau bagi Masyarakat Gunungkidul.
SE itu diterbitkan menyusul peringatan BMKG mengenai kekeringan di DI Yogyakarta serta penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan di Gunungkidul melalui Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 154/KPTS/2026.
Selain berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih, kemarau panjang juga meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, Panewu dan lurah diminta turut mengingatkan masyarakat mengenai langkah antisipasi dan mitigasi risiko kebakaran.
“Kami sudah melakukan upaya pencegahan, baik secara langsung disampaikan kepada masyarakat melalui sosialisasi maupun berupa imbauan kewaspadaan kebakaran,” ujar Ngadiyono.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized5 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
