fbpx
Connect with us

bisnis

Harga Bahan Pokok Stabil, Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadhan Tahun Ini Menurun

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dua pekan menjelang Bulan Ramadhan tahun 2021 ini harga komoditas pangan di Gunungkidul cenderung normal. Tidak ada fluktuatif kecuali cabai yang sudah hampir dua bulan ini menembus angka Rp 120 ribu per kilogramnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih menerangkan, menjelang Ramadhan biasanya komoditas yang akan mengalami kenaikan harga antara lain gula pasir, ayam, telur dan beras. Namun harga dari kebutuhan pokok tersebut masih cenderung stabil.

“Untuk ayam yang tadinya Rp. 33.500,- saat ini naik menjadi Rp 34.000,-. Meskipun naik tapi tidak sederastis tahun lalu dimana harga ayam saat menjelang Ramadhan mencapai Rp. 40 ribu per kilogram,” papar Yuniarti, Senin (29/03/2021).

Yuniarti menambahkan, harga stabil juga terlihat pada komoditi gula pasir. Harga perkilogramnya saat ini hanya pada kisaran Rp 12.400 per kilogramnya. Kemudian untuk telur masih relatif stabil di harga Rp 22.000,- per kilogramnya.

“Kemudian untuk beras berkualitas super Rp. 11.600,- per kilogram yang biasa Rp. 9.700,- per kilogram,” jelasnya.

Menurutnya, kestabilan harga ini dipengaruhi dengan daya beli masyarakat menurun selama pandemi covid19. Ia mencontohkan, pelarangan mudik juga menjadi penyebab kestabilan harga pangan.

“Mudik dilarang tentu saja yang membuat daya beli menurun, saat ini juga agenda buka bersama yang ditiadakan membuat produktivitas ketring-ketring menurun derastis,” kata Yuniarti.

Sementara itu, Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgillio Soriano mengatakan, adapun agenda operasi pasar dipastikan akan dilaksanakan menjelang Ramadhan ini. Pihaknya masih menunggu kebijakan Disperindag DIY berkaitan dengan operasi pasar.

“Agenda Disperindag DIY, namun kami masih menunggu informasi detailnya karena harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan taun ini cenderung stabil,” tandas Virgillio.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler