fbpx
Connect with us

Peristiwa

Hening dan Sakral, Suasana Upacara Bendera di Dalam Goa Jlamprong

Diterbitkan

pada tanggal

Semanu,(pidjar.com)–Suasana upacara bendera dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 di Gunungkidul setiap tahunnya selalu terdapat keunikan.Tahun ini, peringatan hari kemerdekaan cukup menarik dapat dilihat di Goa Jlamprong, Padukuhan Mojo, Kapanewon Semanu. Dimana, puluhan orang mengikuti upacara bendera di dalam goa yang minim pasokan oksigen.

Pantauan di lokasi, sejak pukul 08.30 WIB, puluhan orang nampak bersiap di mulut Goa Jlamprong. Tak lama kemudian mereka mulai merangsek masuk kedalam goa melewati jalan cukup terjal. Medan yang dilalui semakin terasa berat mana kala cahaya semakin berkurang.

Setelah sekitar 15 menit melakukan perjalanan, puluhan orang itu sampai di dalam goa dengan ruang cukup luas. Namun begitu, mereka harus berhenti sejenak lantaran oksigen yang cukup sedikit menambah rasa lelah.

Beberapa menit kemudian, inspektur upacara, yakni Danramil Koramil 073 Semanu Kapten CPM Sutiyono, dan rombongan Penewu Semanu Huntoro Purbo Wargono pun tiba di lokasi untuk memulai upacara. Kegiatan itu pun berjalan cukup khidmat dan sederhana.

Saat acara mengheningkan cipta, suasana mendadak cukup hening dan sangat senyap. Ditambah sejumlah penerangan dimatikan membuat kegiatan terasa sangat sakral.

Bendera dikibarkan berbeda dengan upacara di atas, namun dibentangkan ke kanan dan kiri. Ruangan berukuran sekitar 12 meter persegi menjadi saksi semangat peserta upacara.

Penewu Semanu, Huntoro Purbo mengatakan, pengalaman upacara di dalam goa kali ini merupakan kali pertama yang ia rasakan. Sebelumnya ia terbiasa mengikuti upacara di halaman lapangan, namun pada HUT RI ke-75 ini menjadi kenangan yang mungkin tak akan pernah ia lupakan dalam hidupnya.

“Luar biasa sangat mengesankan, baru pertama kali. Perjalanannya sangat menantang. Yang paling penting upacaranya sangat sakral ya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan kali ini diikuti oleh 35 orang peserta. Memang tidak banyak, karena juga disebabkan oleh terbatasnya oksigen di dalam goa serta masih mentaatinya protokol kesehatan.

“Harapan kami dengan kegiatan ini dapat dikenalkan karena kedepan akan dikembangkan lokasi wisata terpadu ada embung, goa dan kuliner,” jelas dia.

Sementara itu, salah satu pengelola Pokdarwis Jlamprong, Arif Nugroho mengatakan kegiatan upacara sudah 2 kali diselenggarakan setelah yang pertama pada tahun 2017 lalu. Saat itu upacara dilakukan bersama mapala dan pecinta alam. Sedangkan untuk hari ini pesertanya dari Karang Taruna Kalurahan Ngeposari, dan peserta lainnya.

Ia menjelaskan, kegiatan seperti ini memang dijadwalkan setiap dua tahun sekali. Langkah itu diambil agar kondisi lingkungan goa tetap terjaga.

 

Pemkab Gunungkidul Gelar Upacara Tanpa Pasukan Pengibar Bendera

 

Pemkab Gunungkidul, Senin (17/08/2020) pagi tadi juga menggelar upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75. Upacara tampak sekali berbeda karena dilaksanakan tanpa pasukan pengibar bendera, tanpa peserta upacara yang terdiri dari berbagai elemen seperti biasanya.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Membacakan amanat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Immawan berharap masyarakat bisa segera menyesuaikan diri. Saat ini pemerintah dan masyarakat harus bekerja keras saling bahu membahu dalam memerangi wabah covid19.

“Meskipun sederhana tapi diharapkan mampu semakin mengukuhkan makna kemerdekaan,” ucap Immawan.

Immawan mengatakan, momentum kemerdekaan ini membuat masyarakat lebih sadar bahwa tidak ada keterbatasan untuk meningkatkan potensi yang ada. Terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Kami mendorong kultur keunggulan juga harus dilakukan terutama di bidang pendidikan,” ucap Immawan mengutip amanat Sri Sultan HB X.

Tak banyak yang hadir dalam upacara kali ini. Terlihat ASN, TNI, Polri dan PKK yang hadir untuk mengikuti kegiatan upacara. Masing-masing pleton hanya terdapat 10 anggota. Itupun dengan protokol kesehatan ketat seperti menggunakan masker, maupun jaga jarak.

“Kami juga melaksanakan kegiatan upacara secara virtual,” jelas Ketua Panitia Peringatan HUT RI Ke-75 Gunungkidul Anik Indarwati.

Menurutnya, pembatasan jumlah peserta dilakukan demi memenuhi protokol jaga jarak. Seluruh peserta, baik di lapangan dan di podium pun mengenakan masker. Begitu pula petugas upacara yang hanya ada 3 orang.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, mulai dari upacara, ziarah makam, hingga upacara virtual,” kata Anik.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler