fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Hujan di Bulan Juni, Lahan Pertanian Jauh dari Kekeringan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Memasuki musim kemaru bulan Juni tahun ini hujan seringkali terjadi, sehingga membuahkan hasil positif bagi dunia pertanian di Gunungkidul. Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengklaim hingga Juni ini tidak ada lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, cuaca yang terjadi belakangan ini sangat berpengaruh pada bidang pertanian Gunungkidul. Ia menjelaskan, musim kemarau tahun ini cenderung basah.

“BMKG sudah menginformasikan potensi hujan di Bulan Juni ini,” kata Raharjo, Senin (21/06/2021).

Raharjo menambahkan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lahan di Gunungkidul jauh dari potensi kekeringan. Selain karena cuaca, saat ini sejumlah titik sudah memiliki dam parit untuk jalur pengairan.

“Kami juga sudah mengimbau petani padi menanam di sumber air, termasik membuat drainase agar tanaman palawija ini tetap aman,” kata Raharjo.

Di samping itu, karena lahan cenderung basah, ia meminta petani tembakau untuk berhenti menanam bulan ini. Hal tersebut karena tembakau cenderung membutuhkan terik matahari.

“Saat ini untuk padi sudah memasuki tanam ketiga, wilayah paling awal tahun ini Gedangsari dengan menanam 2 hektare padi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, musim tanam kedua lalu petani di Gunungkidul menghasilkan 31.253 ton gabah kering giling. Adapun sisa lahan yang belum dipanen sendiri sekitar 2.840 hektare.

“Total luas lahan Gunungkidul yang ditanami padi di musim kedua ini mencapai 8.371 hektare 15 Juni lalu, luas lahan yang sudah dipanen mencapai 5.479 hektare,” tandas Bambang

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler