Sosial
Inovasi Jempolan Pokdakan Mina Padi, Sektor Perikanan dan Pertanian Digabung
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Inovasi yang diterapkan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Padi Lembah Desa, Padukuhan Temu, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari patut diacungi jempol. Beberapa waktu terakhir, para petani menerapkan sistem pertanian Mina Padi. Dimana cara baru ini merupakan penggabungan pertanian serta perikanan.
Ketua Pokdakan Lembah Desa, Wartono, mengatakan sistem Mina Padi merupakan upaya untuk mengoptimalkan hasil panen padi, selain itu juga meraup untung dari hasil budidaya ikan di lokasi yang sama. Ada 47 hektare lahan pertanian milik warga, saat menggunakan sistem pertanian biasa hasil panennya sekitar 8 ton gabah per hektar.
Akan tetapi saat diterapkan ujicoba mina padi pada lahan 2,5 hektare hasilnya meningkat. Yaitu menjadi 11 ton perhektar, ini menjadi sebuah peluang tersendiri yang ditangkap dan akan terus dikembangkan. Sebab petani mendapatkan untung berlipat dimana hasil padi melimpah dan masih ada panen ikan.
“Sudah beberapa kali panen dan hasilnya bersyukur, cukup menguntungkan,” terang Wartono, Selasa (22/06/2021).
Sawah yang digarap oleh oleh para petani ini, setiap lahan seluas 400 meter persegi diisi 500 bibit ikan berbagai jenis mulai dari ikan Mas, Gurameh, Patin, Tombro, Tawes, Nila, Koi, dan jenis lainnya. Saat ikan dipanen peruntukannya pun beragam, ada yang dikonsumsi dan kedepan direncanakan sebagai penyedia bibit.
“Harapannya semakin program kita ini semakin maju, bersamaan dengan kesejahteraan petaninya,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Pulutan Rusmiyanto mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh para petani di wilayahnya. Pemerintah kalurahan mendukung penuh apa yang dilakukan oleh para petani dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan di Pulutan.
“Ini merupakan potensi yang luar biasa jika dikembangkan dengan baik,” kata Rusmiyanto.
Adapun dalam pemaparannya sawah di Pulutan dalan satu tahun bisa 3 kali panen. Hal tersebut karena sumber air yang melimpah, air dari sumur bor kemudian dialirkan ke lahan pertanian dan dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.
“Untuk Mina Padi ini ada sekitar 8 petak sawah, masing-masing petak ditebar 200 bibit ikan,” jelasnya.
Dari 2000 bibit tersebut saat ini menghasilkan ikan siap panen sebanyak 2 kwintal siap konsumsi.
-
Uncategorized3 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Kualitas 6 Sumber Air Gunungkidul, BBWSSO Temukan Amonia hingga Coliform
