Sosial
Industri Ekonomi Kreatif Belum Berkembang di Gunungkidul
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rabu (23/10/2019) pagi tadi mengumumkan jajaran kabinet di periode kepemimpinannya yang ke-2. Ada sejumlah kementerian yang baru di antaranya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang akan dipimpin oleh Wishnutama. Industri ekonomi kreatid sendiri sebenarnya merupakan potensi yang sangat besar. Dengan pangsa pasar yang luas, sektor ini jika dimanfaatkan dengan baik akan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Di Kabupaten Gunungkidul sendiri saat ini, industri jenis ini memang masih belum maksimal. Baru segelintir saja industri ini yang berkembang di kalangan masyarakat. Sebuah kerugian tentunya mengingat potensi ekonomi kreatif ini cukup diminati pasar ekspor.
Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih mengakui, saat ini, pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Gunungkidul memang sangat minim. Bahkan disebutnya, masih dalam tahap pembahasan.
“Ekonomi kreatif merupakan perpaduan seni kreatifitas dengan pemasaran. Bagaimana menjual produk, bagaimana menjual jasa,” ujar Yuniarti kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu (23/10/2019).
Pihaknya berharap bahwa ke depan, sektor ini bisa berkembang. Dengan segala potensinya, jika dikembangkan dengan baik, maka nantinya ekonomi kreatif bisa menyejahterakan masyarakat. Guna memicu perkembangan industri kreatif di Gunungkidul, Disperindag Gunungkidul saat ini tengah berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Gunungkidul agar menyediakan pelatihan yang berkaitan dengan pengembangan kreatifitas. Baru nanti OPD memiliki peran dalam hal pemasaran.

“Misalnya dalam hal ekonomi kreatif berupa decoupage, Gunungkidul belum bisa menangkap hal tersebut padahal kaum urban pasti suka,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Wisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Yuni Hartini menambahkan, pihaknya belum memiliki data konkrit mengenai produk Ekonomi Kreatif. Namun demikian pihaknya mengaku telah beberapa kali melakukan pembinaan kepada pelaku ekonomi kreatif.
“Kalau tidak salah, ada sekitar 16 produk ekonomi kreatif namun digarap sejumlah OPD,” tandasnya.
Salah satu pelaku ekonomi kreatif, kerajinan bambu cacat, Abdul Rohman, warga Padukuhan Karangsari, Pengkol, Nglipar mengaku saat ini pihaknya hanya mengandalkan pameran sebagai pemasaran. Ia pun mengaku, dalam pengembangan ekonomi kreatif hanya mampu menyentuh kalangan kelas atas.
“Karena kami tidak hanya menjual barang tapi juga jasa kreatifitas sehingga harganya memang cukup mahal,” pungkas Abdul.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
