Sosial
Jatuh Bangun Suranto Bawa Ikan Guppy Gunungkidul Tembus Pasar Internasional
Gedangsari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ikan Guppy adalah salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Karena mudahnya menyesuaikan diri dan beranak-pinak, di banyak tempat di Indonesia, ikan ini telah menjadi ikan liar yang memenuhi parit-parit dan selokan. Terlebih, memang makanan dari ikan guppy ialah jentik-jentik nyamuk yang begitu mudah ditemui pada genangan air.
Namun siapa sangka, keberadaan ikan guppy jika dipelihara dengan baik, justru akan menghasilkan pundi-pundi hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, ikan guppy yang berkualitas dengan ciri warna yang cerah kini tengah digandrungi sebagian besar masyarakat Eropa. Hal ini tentu membuat nilai pasar dari ikan ini menjadi cukup tinggi.
Di tengah potensi besar, namun tak begitu banyak orang yang mengetahui nilai jualnya, Suranto warga Ngipik, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari membaca peluang dengan melakukan budidaya ikan guppy. Perawatan yang relatif mudah namun memiliki nilai jual tinggi membuat pemuda 29 tahun tersebut mencoba mengembangkan ikan jenis ini.
“Awal modal saya cuma sepasang ikan guppy di 2014, saya letakkan di stereofom yang dilapisi plastik, saya budidaya dan bisa beranak pinak. Saya kaget, kok di sini harga masuk toko hanya kisaran seribu rupiah padahal saya lihat di internet harga jualnya mahal,” ujar Suranto kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sabtu (21/09/2019).

Namun demikian, hal ini tak membuatnya ia patah arang. Ia kemudian berusaha mencari komunitas budidaya ikan guppy di Yogyakarta dan di Solo. Dari komunitas tersebut, ia mulai mengenal pasar internasional. Tak disangka, harga ikan guppy miliknya melambung tinggi dan mencapai ratusan ribu dan bahkan jutaan rupiah per pasang.
“Saya selalu belajar bagaimana memelihara ikan hias guppy yang benar. Ternyata apabila dibudidaya dengan baik, nilai jualnya tidak semurah di sini,” beber dia.
Menurutnya, ikan hias guppy sendiri memang kian digandrungi pasar internasional. Warnanya yang cerah dan bentuknya yang unik menjadi daya tarik sendiri.
“Kami biasanya membuat pakan sendiri, karena jentik-jentik bisa hidup di genangan air, memang saat musim kemarau agak susah air, susah membuat pakannya,” ujar bapak dua anak ini.
Untuk membuat ikan guppy memiliki warna cerah, menurutnya banyak yang harus diperhatikan. Salah satunya kualitas air harus diperhatikan yakni memiliki suhu di antara 25 hingga 28 derajat celcius dan memiliki PH di antara 7,5 hingga 8. Biasanya ia menyiapkan air dua hari sebelum dihuni ikan guppy sebagai upaya menetralisir zat-zat berbahaya yang tergantung dalam air.
“Untuk menciptakan warga yang cerah memang harus jentik-jentik hidup,” ujar dia.
Saat ini, ikan hiasnya mampu menembus ekspor baik di Asia bahkan Eropa. Ada empat kategori ikan yang ia jual yakni pejantan dengan harga Rp. 1 ribu hingga Rp. 10 ribu per ekor tergantung jenis dan kualitas. Pasangan murah yang menjadi barang reject dengan kisaran harga Rp. 10 ribu sampai Rp. 15 ribu. Sementara untuk pasaran Indonesia dengan kisaran harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 150 ribu dan pasaran supermarket Internasional satu pasang dengan harga 15 hingga 35 USD, sedangkan untuk hobi bisa sampai 50 USD.
“Tapi untuk menembus pasar internasional memang ikan pilihan, dalam satu indukan di antara 50 sampai 100 ekor paling hanya beberapa pasang yang berkualitas,” beber pria yang mengaku sudah berkali-kali jatuh bangun dalam bisnis tersebut.
Saat ini, ia merangkul sejumlah pembudidaya ikan guppy di Kabupaten Gunungkidul. Dari sejumlah pembudidaya untuk penjualannya ia siap untuk membantu penjualan ke pasar ekspor.
“Saat ini dalam satu bulan sekitar 4 ribu pasang ikan guppy bisa saya jual dari teman-teman komunitas dan saya sendiri, untuk omzet keseluruhan sekitar Rp. 75 juta sebulannya,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
