Politik
Insiden Surat Suara Tertukar Panaskan TPS 14 Jatiayu, Suharno Tuntut Dilakukannya Pemungutan Suara Ulang
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah surat suara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten di TPS 14, padukuhan Candi 7, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo diketahui tercampur dengan surat suara dari dapil IV. Hal ini pada akhirnya membuat Suharno, SE yang mendengar kejadian tersebut berang. Pasalnya, ia merasa dirugikan atas insiden tersebut karena sejumlah pendukungnya mengeluh jika pada surat suara tak terdapat namanya. Hingga sore ini, proses koordinasi dengan sejumlah pihak pun masih terus dilakukan untuk menentukan langkah lanjutan terkait insiden ini.
Diketahui di TPS 14 ini, sejak pagi ramai warga berbodong-bodong datang ke TPS untuk mencoblos caleg dan pasangan presiden yang mereka dukung. Kejanggalan pun sebenarnya telah diketahui oleh beberapa warga, saat hendak mencoblos nama Suharno, SE pada lembar surat suara DPRD Kabupaten tidak ditemukan. Berulang kali beberapa warga mencermati, bahkan ada yang sampai lebih dari 15 menit berada di dalam bilik pencoblosan untuk mencari nama Suharno, SE.
Lantaran tak ada nama caleg yang mereka usung, beberapa warga ada yang kemudian mengurungkan niatnya untuk memilih dan mencoblos pada lembar surat suara DPRD Kabupaten. Tanpa meninggalkan bekas pencoblosan, surat suara itu kemudian kembali dilipat dan di masukkan ke dalam kotak yang telah disediakan. Barulah dari situ, warga memberanikan diri untuk melapor pada petugas dan berkeluh pada caleg dari partai NasDem itu.
“Saya sampai sekitar 15 menit di bilik, tak cari-cari nama pak Harno tapi ndak ada. Cuma tak lipat ulang terus tak masukkan kotak, wong malah adanya itu nama orang lain. Banyak yang berkeluh seperti saya,” terang Eka Retna Wulandari, salah seorang warga, Kamis (17/04/2019) siang.
Dari keluhan sejumlah orang itu, koordinasi antara petugas di TPS sempat dilakukan. Bahkan pemungutan suara juga sempat dihentikan beberapa saat. Kemudian usai koordinasi, diperoleh kesepakatan bahwa pemungutan suara kembali dilanjutkan. Beberapa petugas dan pendukung Suharno pun sempat berkerumun di TPS untuk mengklarifikasi kejadian tercampurnya surat suara itu.


Mendengar hal tersebut, Suharno yang berang kemudian mendatangi TPS 14 bersama sejumlah tim suksesnya. Beberapa keterangan dari warga menjadi bahan dirinya untuk melakukan tindakan, meski tidak menampakkan raut wajah emosi, ia berusaha meminta penjelasan dari petugas atas keteledoran yang terjadi tersebut. Ia pun meminta agar proses pencoblosan khususnya DPRD Kabupaten diulang agar dirinya maupun masyarakat tidak dirugikan.
“Ada beberapa opsi sebenarnya, tapi yang jelas kalau saya minta diulang. Karena jelas merugikan, kalau hanya satu dua surat suara mungkin ndak masalah. Tapi kalau lebih dari 10 bahkan 20 ya sangatlah merugikan bagi saya,” kata Suharno, saat ditemui di TPS 14 Desa Jatiayu.
Kejadian ini tentunya menjadi catatan khusus atas kesiapan bagi petugas. Pasalnya keteledoran ini tidak hanya sekali ini saja. Suharno menyebut bahwa jika dibiarkan begitu saja, tentu proses demokrasi yang berjalan di Gunungkidul tentu tidaklah sesuai dengan peraturan. Ia pun tetap meminta dan bersikeras sesuai dengan aturan bahwa khusus untuk pemungutan suara DPRD Kabupaten dilakukan pengulangan agar tidak menyalahi aturan.
“Jalannya demokrasi harus benar, kalau ini saya yang benar-benar merasa dirugikan. Wong tidak hanya di TPS ini saja tapi juga di beberapa TPS ada kejadian semacam ini,” imbuh dia.
“Jangan sampai masyarakat juga dirugikan atau orang lain dirugikan. Ini menjadi catatan khusus dan evaluasi bersama, saya pengennya juga adem ayem. Tapi ini adalah keteledoran yang fatal hampir sama seperti kejadian tahun 2014 lalu,” tambah dia.
Selain meminta proses pemilihan ulang khusus DPRD Kabupaten, ia juga meminta dari pihak Bawaslu dan KPU maupun petugas di lapangan lain untuk memberikan pengertian pada masyarakat. Sehingga kejadian ini tidak menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat. Ia mengklaim bahwa tuntutan pemungutan suara ulang ini tidak hanya keinginan dirinya, tapi juga dari masyarakat. Menurutnya, banyak dari warga yang sudah sadar bahwa memang satu suara akan sangat berarti.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto mengatakan jika pesta demokrasi 2019 masih diwarnai sejumlah insiden khusus. Tak hanya surat suara di dapil 3 yang tercampur dengan dapil 4, insiden semacam ini juga ditemukan terjadi di Kecamatan Tanjungsari. Menurutnya, insiden khusus yang terjadi memang relatif sama di mana surat-surat suara banyak yang tercampur. Terkait masalah ini, pihaknya masih terus melakukan penyisiran untuk memecahkan permasalahan ini.
“Kita minta dalam berita acara ditulis sebagai kejadian khusus, nantinya akan jadi evaluasi bersama,” ucapnya.
Selain itu, koordinasi dengan KPU juga akan dilakukan untuk menentukan tindak lanjut. Namun pihaknya tak ingin gegabah menyikapi protes-protes yang masuk. Perlu ada pengkajian dan pertimbangan atas peraturan yang berlaku. Jika sekiranya memberatkan, opsi dilakukannya pemungutan ulang tentu akan ditempuh. Namun hal ini perlu adanya koordinasi yang matang dengan sejumlah lini yang menangani pesta demokrasi.
Untuk meredam suasana agar tetap kondusif, sejumlah anggota kepolisian pun juga diterjunkan untuk melakukan penjagaan. Hingga sore TPS 14 pun masih banyak polisi petugas dari Bawaslu Gunungkidul, DIY dan beberapa tim sukses maupun Suharno menunggui proses penghitungan suara sebagai bahan acuan untuk mengambil langkah lanjutan atas tercampurnya surat suara.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
