fbpx
Connect with us

Sosial

Jadi Garda Terdepan, Fasilitas Tim SAR Amankan Wisata Pantai Memprihatinkan

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Ketugasan Tim Search And Rescue memang cukup berat karena sebagai garda terdepan dalam upaya penyelamatan terhadap wisatawan yang tengah berwisata di kawasan Pantai Selatan. Namun demikian, patut dikhawatirkan karena fasilitas penunjangnya cukup memprihatinkan.

Di dua wilayah ketugasan SAR Satlinmas I dan II Gunungkidul, fasilitasnya cukup minim. Misalnya pos pantau yang mulai keropos, hingga minimnya alat dasar seperti pelampung membuat mereka harus bergantian tiap kali hendak melakukan penyelamatan.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono mengatakan, wilayahnya cukup padat wisatawan. Namun, yang cukup memprihatinkan karena ada sejumlah pantai yang belum memiliki pos pantau.

“Posko seperti di Pantai Krakal ini dibangun sudah puluhan tahun lalu. Bisa dikatakan sangat reyot dan membahayakan, sementara di Pok Tunggal, Sundak, Sadranan, Watu Kodok, dan Ngrenehan malah belum ada,” kata Marjono, Minggu (06/06/2021).

Selain itu, Marjono mengatakan personil SAR sendiri saat ini hanya berjumlah 64 orang. Padahal mereka mengawasi 49 pantai di wilayah I.

“Idealnya satu pantai enam orang apalagi kalau akhir pekan pasti pengunjung membludak,” ujarnya.

Tak hanya itu, kondisi pos pantau Search And Rescue Pantai Wediombo pun juga cukup memprihatinkan. Pasalnya bangunan yang berdiri sejak tahun 2021 tersebut sudah mengalami kerusakan dan cukup mengkhawatirkan.

Koordinator SAR Linmas wilayah I, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, bangunan dua lantai dengan ukuran 4×4 meter tersebut sudah membutuhkan renovasi. Terlihat dari sejumlah tembok yang sudah retak, kemudian pada gipsum atap yang juga sudah jebol.

“Kami cukup khawatir jika kedepan gelombang pasang dan terkena hantaman ombak,” ucap Sunu.

Sunu menambahkan, selain bangunan yang sudah memprihatinkan, pihaknya juga membutuhkan ruang medis dalam penanganan pertolongan. Sejauh ini, jika terdapat korban kecelakaan laut hanya ditangani di teras.

“Kadang pengunjung yang terjatuh, terpleset atau yang habis tenggelam mereka juga butuh ruang untuk sejenak istirahat,” jelas Sunu.

Selain itu, dikatakan Sunu, dari segi sarana pra sarana, pos pantau Pantai Wediombo ini juga serba kekurangan. Pada 2020 lalu, tidak ada pengadaan pelampung.

“Anggota kami ada sebelas, pelampung yang layak hanya ada lima kalau ada korban laka laut terpaksa hanya ganti-gantian,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Ery Agustin mengatakan, pihaknya sudah melihat minimnya fasilitas yang dimiliki SAR Satlinmas. Padahal, mereka merupakan garda terdepan dalam penyelamatan ribuan wisatawan yang berkunjung di Kawasan Pantai.

“Kami akan mengupayakan fasilitas untuk tim SAR bisa diperbaiki. Kami pekan depan akan undang OPD yang membidangi SAR yakni Satpol PP. Kasihan mereka berjuang menyelamatkan wisatawan tetapi fasilitasnya minim,” tandas Ery.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler