fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Angka Pengangguran Terbuka di Gunungkidul Naik 50%

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pandemi covid19 yang terjadi sejak setahun lalu memberikan dampak cukup besar pada sektor ketenagakerjaan daerah maupun secara nasional. Lesunya perekonomian berdampak pada sejumlah PHK yang harus dialami oleh para tenaga kerja. Data di pemerintah, angka pengangguran keseluruhan maupun pengangguran terbuka mengalami kenaikan selama pandemi. Di Gunungkidul sendiri, kenaikan angka pengangguran mencapai lebih dari 50 persen.

Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, pandemi covid19 yang terjadi hingga saat ini memang memberi tekanan besar terhadap sektor lapangan pekerjaan. Tak sedikit masyarakat Gunungkidul yang kehilangan pekerjaan akibat lesunya dunia usaha. Hal ini kemudian berdampak pada jumlah pengangguran di wilayah ini.

Di Gunungkidul sendiri, jumlah pengangguran terbuka saat ini telah menyentuh angka 2,61 persen. Jumlah ini melonjak cukup tinggi jika dibandingkan pada data terakhir pada tahun 2019 yang hanya 1,92 persen. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam penyediaan lapangan pekerjaan.

“Tingginya angka pengangguran terbuka ini ini merupakan dampak dari pandemi yang terjadi,” kata Sri Suhartanta, Senin (07/06/2021).

Ia menjelaskan, sebagai upaya menekan pengangguran berbagai program telah dan akan terus digelontorkan oleh pemerintah. Hal ini menjadi penting dalam menghambat laju peningkatan kemiskinan. Angka pengangguran terbuka ini dia paparkan memang sangat erat kaitannya dengan angka kemiskinan. Semakin tinggi angka pengangguran, maka kemudian angka kemiskinan berpotensi juga mengalami kenaikan.

“Upaya yang dilakukan adalah melalui program-program yang menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, bantuan sosial, dan upaya pemberdayaan pengembangan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Dicontohkan, pemerintah terus menggenjot berbagai program padat karya dan pemberdayaan ekonomi. Beberapa program padat karya yang diampu oleh masing-masing OPD telah mulai berjalan.

Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Ahsan Jihadan menambahkan, selama pandemi covid19 berlangsung, lowongan pekerjaan sendiri sebenarnya ada. Pemerintah tetap berupaya melakukan penyaluran tenaga kerja ke perusahaan-perusahaan di daerah dan luar daerah.

“Kita tetap informasikan ke masyarakat mengenai lowongan pekerjaan. Sebagai contoh adalah penyaluran tenaga kerja Gunungkidul ke Batam,” paparnya.

Disinggung mengenai penyaluran ke luar negeri menurutnya hingga saat ini belum ada informasi mengenai permintaan dari negara-negara yang biasanya bekerjasama dalam penyediaan tenaga kerja.

“Mereka juga masih terdampak dengan pandemi yang masih terus terjadi,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler