Pemerintahan
Jelang Akhir Kemarau, BPBD Tetap Droping Air di Sejumlah Wilayah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dalam beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Gunungkidul diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga sedang, padahal sebelumnya diprediksi bahwa pada bulan September merupakan puncak dari musim kemarau. Meskipun tidak spesifik menyebutkan wilayah, namun menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 14 hingga 15 September pulau jawa berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, mengungkapkan meskipun sudah terjadi hujan di beberapa wilayah, pihaknya masih fokus pada penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Menurutnya, hujan yang sudah mulai turun sebagai tanda awal peralihan musim kemarau ke penghujan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, musim pancaroba akan terjadi di akhir September hingga awal Oktober nanti.
“Pada musim pancaroba biasanya angin bertiup kencang sehingga berpotensi menimbulkan dampak pohon-pohon tumbang. Kami akan mengirim surat ke seluruh panewu terkait pancaroba ini,” kata Edy Basuki.
Dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul sampai dengan sekarang masih tetap melakukan dropping air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak menutup kemungkinan saat awal penghujan kebutuhan air bersih masih harus disuplai, namun hal itu ditentukan kondisi kedepan.
Berdasarkan data dari BPBD Gunungkidul per tanggal 14 September, sudah ada 13 Kapanewon yang mengajukan bantuan dropping air bersih. Pihaknya tetap menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal pencukupan pendistribusian air tangki yang ditargetkan mencapai 2.200 tangki pada tahun ini.

“Jumlah total ada 1.757 Rit yang sudah terdistribusi ke masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih, 77 Rit diantaranya berasal dari pihak ketiga,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dalam penyalurannya ia mengungkapkan jika Kapanewon Girisubo masih menjadi wilayah terbanyak yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Penyaluran di Kapanewon Girisubo sendiri sudah mencapai 496 Rit yang disalurkan ke Kalurahan Karangawen, Kalurahan Nglindur, Kalurahan Balong, Kalurahan Jepitu, Kalurahan Tileng, dan Kalurahan Pucung. Sedangkan Kapanewon dengan penyaluran terendah berada di Kapanewon Ponjong dengan 4 Rit yang disalurkan di Kalurahan Sumbergiri.
“Meskipun sudah ada hujan, namun kami himbau untuk tetap tampung dan memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya,” tandas Edy.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial5 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized4 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized4 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
