Pemerintahan
Jelang Pilkades Serentak, Bupati Minta Masyarakat Gunungkidul Jeli Memilih Pemimpin
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pesta demokrasi pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Gunungkidul akan berlangsung pada Oktober 2018 mendatang. Berkaitan dengan momentum krusial ini, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah mengajak masyarakat jeli dalam menentukan sikap memilih pemimpinnya. Hal ini lantaran momen Pilkades ini diharapkan bisa menjadi titik penting untuk menghasilkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Hasil dari Pilkades yang berkualitas tentunya akan sangat berdampak pada pemimpin yang dihasilkan.
Badingah mengatakan, ada 30 dari 144 desa di Gunungkidul yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala desa secara serentak pada 13 Oktober 2018 mendatang. Ia menghimbau
himbau kepada masyarakat desa agar tidak memilih calon kepala desa yang menggunakan politik uang.
“Jangan pilih kepala desa yang terindikasi menggunakan politik uang. Jika pada awalnya mereka mengeluarkan uang untuk pemilihan nantinya kalau terpilih akan menginginkan modalnya kembali,” kata Bupati, Rabu (15/08/2018).
Selain politik uang, bupati berpesan agar masyarakat juga mampu dengan jeli mengenal setiap calon. Hal itu dirasa sangat penting agar nantinya ketika menduduki jabatan dapat melaksanakan tugas secara maksimal.
“Telusuri rekam jejaknya, apakah calon kepala desa aktif di masyarakat atau tidak itu juga penting untuk dipertimbangkan, jika tidak aktif buat apa dipilih,” katanya.
Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah gencar mengedukasi masyarakat Gunungkidul terkait pilihan kepala desa bahkan Pemilu 2019 mendatang. Sebab, tahun depan masyarakat akan menghadapi pemilu legislatif dan pemilihan presiden.
“Pilihan kepala desa adalah awal dari edukasi politik dimasyarakat, karena tahun depan adalah tahun politik,” katanya.
Sependapat dengan Bupati, salah satu calon kepala desa Ngawu, Suharjono mengajak masyarakat untuk jeli dalam memilih pemimpin.
“Pilkades adalah proses demokrasi di tingkat bawah memahami sepak terjang calon kepala desa (cakades) penting, apakah pernah bermasalah dengan hukum, atau menghalalkan politik uang,” tuturnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
