fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Anggaran Habis Untuk Pembangunan Jalur Anyar Gading-Gedangsari, Masa Depan Pembangunan Sirkuit Balap Makin Gelap

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Rencana pembangunan sirkuit megah berkelas nasional di Padukuhan Kenteng, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu nampaknya makin gelap saja. Sebelumnya, Sekda Gunungkidul, Drajad Ruswandono menyebut bahwa pembangunan sirkuit tersebut belum ada rencana akan dilanjutkan meski telah usai melakukan pembebasan lahan tahap pertama.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul, Winaryo mengamini pernyataan Sekda. Menurutnya, pembebasan lahan sirkuit tahap kedua saat ini urung dilaksanakan. Pasalnya, anggaran yang seharusnya digunakan untuk proyek tersebut telah dialihkan untuk proyek pembangunan jalan Gading-Gedangsari.

“Dananya digeser untuk proyek pelebaran jalan Gading-Jembatan Nguwot, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari. Proyek ini sudah dilelangkan dan dari provinsi juga harus mengejar program ini,” kata Winaryo, Selasa (14/08/2018) siang.

Ia menambahkan bahwa saat ini praktis tak ada anggaran untuk pembebasan lahan. Hal ini dikarenakan selain tersedot untuk pembangunan jalan anyar, pihaknya juga tengah mengebut proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

Berita Lainnya  Empat Obyek Wisata Anyar Ini Diperkirakan Banjir Wisatawan Saat Momen Libur Lebaran

“Itu (dana) juga masih kurang,” ucapnya.

Untuk merealisasi proyek pembangunan sirkuit, saat ini pihaknya kekurangan lahan seluas 3 hektar. Ia menyebut bahwa tahun ini bisa dipastikan bahwa alokasi dana untuk pembebasan lahan sudah dipastikan tidak ada.

“Tidak tahu nanti tahun 2019 bagaimana,” tutur dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Gunungkidul, Bahron Rasyid juga membenarkan perihal mandhegnya rencana pembangunan sirkuit. Pihaknya belum mengetahui mengenai kelanjutan proyek prestisius itu.

“Kita upayakan tahun ini ada progress lagi,” kata Bahron.

Ia mengatakan perkiraan anggaran pembangunan sirkuit tingkat Internasional sendiri memerlukan anggaran sekitar Rp350 Miliar. Pihaknya berupaya berkomunikasi dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda), Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengatakan pemilihan lokasi dirasa kurang sesuai. Ia mengatakan Pemkab cenderung menginginkan agar bisa mempunyai sport centre yang lengkap dan terpadu.

Berita Lainnya  Lima Kecamatan Kehabisan Anggaran Dropping Air

Sport centre tersebut harapannya ada berbagai macam fasilitas seperti lokasi olahraga panahan dan bisa juga ada sirkuit dan yang lainnya. Dimana lokasinya diharapkan menjadi satu dengan Stadion Gelora Handayani.

“Saat ini masih ada kendala pembebasan lahan. Kami belum tahu kelanjutannya bagaimana,” ujar Drajad

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto mendorong Pemkab segera merealisasikan pembangunan itu. Menurutnya pembangunan tersebut selain menjadi wadah para atlet balap juga akan menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau dipending kami tidak masalah, tapi jangan sampai dibatalkan. Saya yakin kalau Pemkab mau berusaha, ini bisa dibiayai. Apalagi untuk pusat sebenarnya ada banyak pos anggaran,” papar Purwanto beberapa waktu silam.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler