Pariwisata
Kebijakan Anyar, Obyek-obyek Wisata Ini Akan Mulai Dipungut Retribusi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gunungkidul memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata alam, goa, wisata minat khusus hingga pantai. Dari sekian banyaknya obyek wisata yang ada, masih banyak obyek wisata yang belum dipungut retribusi. Di tahun 2019 ini, untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), obyek-obyak wisata tersebut akan dikenakan retribusi.
Adapun beberapa obyek wisata yang akan ditarik retribusi diantaranya Pantai Timang yang terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus dan Pantai Gesing yang berada di wilayah Desa Girikarto, Kecamatan Panggang. Dua pantai yang sejak beberapa tahun terakhir ini belakangan menjadi primadona wisatawan ini akan dikenakan tarif retribusi sebesar Rp 5.000. Biaya masuk obyek wisata itu juga telah termasuk dengan jasa asuransi.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, selain dua kawasan pantai yang akan dilakukan pemungutan retribusi, onyek lain yang akan diterapkan pemungutan biaya yakni obyek wisata Wonosadi yang berada di Desa Beji, Kecamatan Ngawen. Kemudian obyek wisata Gunung Gentong Gedangsari Gunungkidul (4G), yang terletak di Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari.
“Mulai diberlakukan tarif retribusi sebesar Rp 3.000. Penerapan tarif retribusi ini mengaju pada Perda dan mendasar pada undang undang nomor 28/2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah,” ucap Harry Sukmono, Rabu (02/01/2019).
Tentunya dengan adanya kebijakan pemungutan retribusi di sejumlah obyek wisata ini, pemerintah daerah sebisa mungkin akan memberikan fasilitas pengembangan. Mengingat hal tersebut merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah. Mengenai masih banyaknya obyek wisata yang belum dipungut retribusi. Harry mengungkapkan jika pemungutan dapat diberlakukn sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tentu ada ketentuannya dan dari semua yang terlibat siap memberikan pelayanan yang lebih matang lagi, bukan tidak mungkin akan diberlakukan pemungutan retribusi,” tambah dia.
Koordinasi secara matang baik dengan Pemerintah desa maupun Kelompok Sadar Wisata telah dilakukan dalam penetapan kebijakan ini. Sehingga ia meyakini tidak akan menimbulkan permasalahan yang memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan adanya penambahan sejumlah obyek wisata yang ditarik retribusi, ia berharap pendapatan asli daerah juga akan semakin melejit.
Meski tahun 2018 ini target PAD tidak tercapai, dari 28,2 hanya mendapat 24,2 miliar namun Dinas Pariwisata memiliki kebijakan tersendiri. Di tahun 2019 ini, adapun target pendapatan mencapai 28.918.128.500 mengalami peningkatan sekitar 700 juta dibandingkan dengan sebelumnya. Kemudian untuk target pengunjung sekitar 3.773.512 mengalami kenaikan pula.

Berbagai pertimbangan terkait perkembangan daerah dan kondisi obyek wisata yang semakin tertata merupakan hal yang menjadi acuan dalam penerapan kebijakan ini. Terlebih tahun 2019 akan banyak agenda, bukan tidak mungkin kunjungan wisatawan pun juga akan mengalami peningkatan.
Berbagai atraksi di obyek wisata untuk menambah daya tarik juga mulai dipersiapkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Sehingga nama Gunungkidul menjadi lebih dikenal, dan pilihan obyek wisata yang beragam menjadikan bumi handayani sebagai daerah tujuan wisata.
Ketua Pengelola Harian Wisata Gunung Gentong, Subadri mengaku pihaknya telah mendapat informasi mengenai rencana penarikan retribusi oleh pemerintah. Ia berharap dengan adanya penarikan retribusi ini, nantinya obyek wisata puncak 4G fasilitasnya dapat semakin terpenuhi. Kemudian kunjungan wisatawan akan mengalami peningkatan.
“Harus ada komunikasi yang baik dengan semua lini. Sehingga tidak muncul kecemburuan dan ada yang merasa dirugikan,” kata dia.
Peningkatan fasilitas dan beberapa aspek lainnya diharapkan pula dapat mendorong tingkat perekonomian masyarakat setempat. Sehingga perputaran uang atau ekonomi dapat dirasakan. Obyek wisata dengan daya tarik panorama ini juga diperoleh informasi pula jika akan dibidik untuk menggiatkan nilai seni. Sehingga akan menjadi obyek wisata pilihan yang menarik dan komplit.
“Kita ingin masyarakat sekitar sini khususnya dan Gedangsari pada umumnya bisa merasakan obyek wisaata ini,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
