fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kecelakaan Gondola Pantai Timang Renggut Jempol Tangan Bocah Malaysia, Pengelola Tampik Murni Kesalahannya

Diterbitkan

pada

BDG

Tepus,(pidjar.com)–Peristiwa jatuhnya korban pada wisata Gondola di Pantai Timang yang menimpa wisatawan asal Malaysia Siti Nur Amira (4) Jumat (16/03) kemarin, membuat pihak pengelola wahana tersebut merasa terpukul. Pasalnya, dengan adanya kejadian tersebut, dikhawatirkan nama baik Pantai Timang, khususnya fasilitas Gondola yang menjadi icon pantai tersebut, menjadi tercoreng baik dimata wisatawan lokal maupun asing yang selama ini membanjiri.

Ketua Pengelola Gondola Pantai Timang, Tukijan mengaku menyesal terhadap adanya kejadian kecelakaan yang dialami oleh wisatawan mancanegara saat sedang menikmati wahana. Meski begitu, ia menampik jika peristiwa tersebut murni merupakan kesalahan dari pengelola.

"Saya mengaku menyesal, kenapa hal ini bisa terjadi. Tapi yang mau saya garis bawahi kejadian tersebut bukan 100 persen kesalahan kami," tutur dia, Sabtu (18/03/2018).

Berita Lainnya  Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pesisir Gunungkidul, Rusak 6 Bangunan

Tukijan mengakui, memang pihaknya belum membuat aturan mengenai larangan maupun himbauan yang harus ditaati wisatawan saat menaiki gondola. Namun, terkait hal itu, para driver gondola selalu mengingatkan kepada wisatawan hal-hal yang dilarang dilakukan, seperti memegang tali atau berdiri.

"Permasalahan kami dengan keluarga korban sudah clear. Kami menanggung semua biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan," cerita dia.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengaku akan melakukan sejumlah perbaikan pengamanan. Untuk aktifitas pasca kecelakaan yang dialami oleh Siti Nur Amira (4) warga negara Malaysia disebutkan Tukijan tetap berjalan normal. Penutupan tidak bisa dilakukan karena khawatir nantinya mengecewakan para wisatawan yang 90 % didominasi oleh wisatawan asing. Namun pihaknya mulai memberlakukan aturan di mana untuk anak dibawah usia 10 tahun tidak lagi diperbolehkan untuk menaiki gondola. Peraturan ini akan diberlakukan hingga pihak pengelola menambah pengamanan baru pada tali gondola.

Berita Lainnya  Kembali Terjadi, Sapi Lemusine di Grogol Ditemukan Mati Mendadak

“Apalagi di sini juga banyak pekerjanya. Nanti mereka tidak mendapatkan penghasilan,” lanjutnya.

Mengenai keamanan gondola sendiri, Tukijan mengklaim bahwa wahana gondola dijamin keamanannya selama wisatawan mematuhi aturan dari pengelola. Selama ini, untuk wisawatan yang menggunakan wahana tersebut selalu dilengkapi dengan pelampung, sabuk pengaman serta tali yang dikhusukan untuk pegangan.

Ke depan, pihaknya juga akan menutup tali dengan kayu waru. Kayu waru sendiri dipilih lantaran sangat aman dan tidak menggores kulit. Dalam waktu dekat ini, pengelola akan menambah spanduk terkait larangan dan himbauan yang harus ditaati wisatawan selama menaiki gondola. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menambah jaring di bawah gondola untuk semakin menjaga keselamatan.

"Selama gondola berjalan, baru kali ini ada korban. Sebenarnya kalau mau mematuhi aturan dari kami, aman saja. Tali yang digunakan pun kuat, karena kita pakai tali kapal. Ada 9 tali kita buat, padahal kalau untuk nelayan saja, 2 tali juga sudah kuat," imbuhnya.

Berita Lainnya  Cairkan THR, PT SGI Penuhi Hak Karyawan yang Dirumahkan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jumat (16/03/2018) sore yang lalu, seorang bocah wisatawan asal Malaysia, Siti Nur Amira mengalami kecelakaan ketika menaiki gondola Pantai Timang. Jempol tangan Siti yang terjepit tali gondola mengalami luka yang sangat parah. Korban sempat dibawa ke RSUD Wonosari guna mendapatkan perawatan medis, namun lantaran lukanya cukup mengkhawatirkan, kemudian dirujuk ke RS Sardjito Sleman.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler