Sosial
Kerajinan Bambu Cacat Milik Abdul Rohman Tembus Pasar Mancanegara
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bagi sebagian masyarakat, keberadaan bambu memang sudah sewajarnya digunakan bermacam fungsi, seperti konstruksi rumah, kandang ataupun dibuat alat memasak. Tentu untuk membuat segala hal demikian, dibutuhkan bambu utuh dan tidak cacat bawaan seperti bengkok maupun berlubang. Bambu-bambu yang tumbuh cacat hampir tidak memiliki nilai jual karena dianggap tidak bisa difungsikan.
Namun pandangan itu bersebrangan dengan yang dilakukan oleh Abdul Rohman. Warga Padukuhan Karangsari, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar ini mampu merubah bambu-bambu cacat menjadi kerajinan yang penuh estetik dan memiliki nilai jual tinggi. Bahkan ia sendiri sudah mampu menembus pasar mancanegara, dengan dibeli oleh perwakilan dari Unesco.
“Bambu yang saya cari memang bambu cacat,” ujar Abdul kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Minggu (25/08/2019).
Lebih lanjut Abdul mengatakan, bambu tersebut ia dapat dari daerah Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Nglipar dan Piyungan, Kabupaten Bantul. Menurutnya tidak semua rumpun bambu ada yang tumbuh unik tidak seperti bambu yang hanya lurus.
“Bertahun-tahun saya ngumpulin, tidak yang sekali pencarian langsung mendapat, sebab ini asli unik ciptaan dari Yang Kuasa bukti kebesaran Tuhan,” imbuhnya.

Bambu-bambu yang ia dapat sedikit unik tersebut ia potong di bagian uniknya kemudian dijempur dan dipoles pernis agar mengkilat. Proses dalam memoles bambu unik pun hanya membutuhkan waktu sehari.
“Inspirasi saya dapatkan pada tahun 2000an dari komunitas pecinta bambu, dari situ saya aplikasikan dan melihat potensi keberadaan bambu disini,” beber Abdul.
Menurutnya, keunikan bambu yang alami memiliki kandungan filosofi yang cocok diterapkan pada kehidupan. Salah satunya bambu dampit.
“Bambu dua menjadi satu akar, orang Jawa bilang ini bambu cawang, artinya dalam kehidupan manusia ibarat pasangan suami istri yang tadinya egonya ke kiri dan ke kanan kembali utuh menjadi satu,” ceritanya sambil menunjukan bambu dampit.
Sehingga setiap keunikan bambu menurutnya memiliki filosofi tersendiri bagi kehidupan umat manusia. Khususnya soal budi pekerti.
“Memang hanya kalangan kelas tertentu pasaran kami, karena masyarakat umum belum begitu meminati nilai estetika dari keberadaan bambu,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bambu unik ini ia jual beraneka ragam. Mulai dari Rp. 50.000 hingga jutaan rupiah.
“Sementara untuk pemasaran sendiri saya sebatas ikut pameran, tidak saya pasarkan melalui sosial media karena dulu untuk menghindari permainan harga yang dilakukan oleh pembeli untuk dijual kembali,” tandasnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized1 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized3 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
